Archive for September, 2007


Muhammad Menurut Pandangan Kitab Agama Lain

Ada anggapan di sebagian non-Muslim bahwa Muhammad saw hanyalah seorang nabi
yang diutus untuk bangsa Arab saja. Sebagaimana Yesus (Isa as) yang diutus
untuk Bani Israil, maka demikian juga Nabi Muhammad diutus hanya untuk bangsa
Arab. Pendapat lainnya menilai bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi melainkan
orang yang melangkah di jalan kenabian. Pandangan ini diyakini oleh Timothy
dari Gereja Nestorian, seperti yang diungkapkan Alwi Shahab dalam pengantar
buku Muhammad & Isa (Mizan: 1999). Timothy menyebutnya sebagai seorang yang
berjalan di tapak para nabi—walau tidak secara khusus mengakui Muhammad saw
sebagai nabi.

Dalam satu sisi anggapan ini tentu baik. Sebab, kita sadar bahwa jika seorang
pemeluk Kristen mengakui Muhammad sebagai nabi yang diutus untuk segenap
manusia, niscaya pengakuan semacam ini akan merontokkan fondasi keyakinan
Kristen yang dianutnya. Belakangan muncul kajian-kajian atas tradisi agama lain
seperti Kristen, Hindu dan Budha yang banyak mengungkapkan nubuat-nubuat
seputar kelahiran dan kemunculan Nabi saw berikut karakter pribadinya.
Umpamanya, melalui telaah mendalam atas Yesaya 42 dari tradisi Kristen
didapatkan bahwa sosok yang diceritakan dalam pasal itu mengisyaratkan kepada
Nabi Muhammad saw. Demikian pula dalam tradisi Hindu dan Budha. Dijumpai dalam
kitab-kitab mereka akan adanya utusan akhir zaman yang akan menyelamatkan
manusia. Secara sepintas di bawah ini akan disajikan—meski selintas—nubuat dari
tiga tradisi itu.

Tradisi Kristen

Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku
berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum
kepada bangsa-bangsa. (Yesaya 42: 1) Dalam ayat ini, jika kita menganggap
“orang pilihan-Ku” sebagai kata benda maka pilihan-Ku = pilihan Tuhan =
Mushthafa (dalam bahasa Arab), yakni nama nabi kita Muhammad saw. Semua nabi
setelah Ya’qub as yang disebutkan dalam Injil diutus untuk bangsa Israel bukan
semua bangsa. Ini termasuk Yesus (Isa) (lihat Matius15: 21-26, Matius 10: 5-6
dan banyak lagi). Adapun Isa as tidak cukup lama tinggal di bumi untuk
melakukan misinya. Namun Muhammad saw diutus untuk semua bangsa dan membawa
pesan dan keputusan kepada bangsa-bangsa. Selanjutnya dalam Yesaya 42: 2
dikatakan: “Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau
memperdengarkan suaranya di jalan.” Kata “tidak menangis” diartikan sebagai
“tidak mengeluh terhadap tugas yang Aku embankan kepadanya”. Sekarang jika Anda
membaca Injil Matius 26: 39-42, kita tidak bisa mengatakan bahwa Isa as tidak
pernah mengeluh. Artinya, ayat ini tidak cocok diterapkan kepada Isa as. Namun
jika Anda membaca sejarah kehidupan Muhammad saw, kita tidak bisa mendapatkan
bahkan satu kalimat keluhan yang keluar dari lisan suci Nabi Muhammad saw
tentang misi yang dipikulkan oleh Allah Yang Mahakuasa. “Ia sendiri tidak akan
menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di
bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.” (Yesaya 42: 4). Sejarah
menceritakan kepada kita bahwa Yesus (Isa as) tidak sampai merampungkan misinya
yang telah berlangsung selama tiga tahun. Pembaca bisa menemukan hal ini di
banyak tempat dalam Perjanjian Baru. Ia pun tidak bisa menegakkan hukum di muka
bumi, karena pengikutnya sedikit dan mereka punya sedikit iman (ini pun bisa
ditemukan di banyak tempat dalam Perjanjian Baru). Dan mereka “meninggalkannya
dan kabur” ketika tentara Romawi menahan Yesus. Ia sendiri berkata,
“Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku
telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi
Kerajaan-Ku bukan dari sini.” (Yohanes 18: 36).

Sebaliknya, misi Muham-mad saw berhasil dengan tegaknya sebuah negara dan
mengatur dengan hukum yang diberikan oleh Allah. Karena itu, ia menegakkan
hukum di muka bumi, di bumi Madinah al-Munawarrah. Dalam frase tersebut
disebutkan bahwa Tuhan menyebutkan “hukum-nya” dan ayat 9 menyebutkan
“Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan”. Ini artinya ia
(nabi baru) akan membawa hukum baru. Tapi jika kita baca Injil, kita lihat
bahwa Yesus berkata dalam Matius 5:17: “Janganlah kamu menyangka bahwa Aku
datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan
untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Jika kita baca lebih jauh,
kita paham bahwa Yesus tidak datang dengan hukum baru. Sementara Muhammad saw
datang dengan hukum baru.

Kejelasan akan datangnya Muhammad saw lebih terbaca lagi dalam Yesaya 42: 8
yang berbunyi: Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan
kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. Melihat
konteks sejarahnya, kita lihat bahwa perkataan Tuhan ditujukan kepada Muhammad
saw dan bukan Isa as.

Alasannya, Isa as datang untuk bangsa Israel dan mereka tidak menyembah
berhala. Adapun Muhammad saw datang kepada kaum Arab yang menyembah berhala
pada masa Jahiliah. Seterusnya, Nabi Muhammad saw menghancurkan berhala. Jika
kita membaca Yesaya 42: 17, hal itu akan dipahami lebih jelas. “Baiklah mereka
memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di
pulau-pulau.” (Yesaya 42: 12). Ayat ini mengacu kepada lafaz azan sebagai
panggilan shalat. Makna azan mengandung puji-pujian kepada TUHAN. Ayat ini
secara implisit merujuk kepada kandungan azan Islam yang memuat nama Allah dan
Nabi Muhammad saw. Sebagaimana terlihat, azan bergaung di mana-mana menyerukan
nama Allah dan Rasul-Nya yang tiada keturunan Ibrahim as dari jalur Ismail as.
Nabi Isa as sendiri keturunan Ishak (Rujuk Kejadian 25: 13-16) Jelaslah, ayat
ini (ayat 11) tidak sedang membincangkan Isa as melainkan Muhammad saw.

Jika Anda melihat ritual Muslim (khususnya haji), Anda akan melihat kota-kota
tersebut (Makkah dan Madinah) menyaringkan suara mereka (azan) dan orang-orang
menyeru dan memuji Allah dari puncak gunung, khususnya Bukit Arafah. Tentang
azan sendiri, Anda bisa melihat bahwa di setiap negeri Muslim, orang-orang
diseru untuk shalat melalui panggilan azan yang mirip nyanyian. Bahkan jauh
dari kota, Anda bisa mendengar azan ini. Makna azan itu sendiri adalah: Allah
Mahabesar, Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, Aku bersaksi Muhammad adalah
utusan Allah, Dan seterusnya.

Tradisi Budha

Dalam tradisi Budha, pemimpinnya sendiri Sidharta Gautama telah meramalkan
kedatangan seorang manusia yang diberi wahyu. Dalam Doktrin Budha (The Gospel
of Buddha) oleh Caras (hal.217-8) tercantum bahwa Budha agung yang akan datang
ke dunia ini dikenal sebagai “Maitreya”. Cakkavatti-Sihanada Suttana memberinya
nama “Meteyya”. Kedua kata ini bermakna “pemberi rahmat”. Dengan merujuk kepada
sejarah kehidupan Muhammad saw, kentara sekali beliau adalah orang sangat
penyayang dan al-Quran juga menyebut-nyebut fakta ini.

Ada sejumlah kesamaan lebih jauh, seperti yang terbaca dalam kitab suci kaum
Budha: “Para pengikutnya (Maitreya) berjumlah ribuan orang, sementara jumlah
pengikutku ratusan orang.” Faktanya, pengikut Nabi Muhammad saw berjumlah
ribuan orang (sekarang tentunya jutaan). Ada sejumlah kesamaan lain yang akan
diuraikan di bawah.

Dalam Doktrin Budha (oleh Caras, hal.214), seorang Budha yang tercerahkan itu
dilukiskan sebagai memiliki kulit yang amat terang dan bahwa seorang Budha
memperoleh “pandangan yang luhur di malam hari”. Dalam kenyataan sejarah, Nabi
saw acap melakukan shalat malam (tahajjud) sebagai pantulan cintanya yang
mendalam kepada Sang Pencipta. Selama hayatnya, Nabi saw tidak pernah
meninggalkan shalat malam. Buahnya, beliau mendapatkan pandangan yang tajam
untuk merekonstruksi peradaban baru manusia, peradaban Islam.

Dalam Si-Yu-Ki, jilid 1, hal.229, tertulis bahwa “…tak satu kata pun yang mampu
menguraikan kemuliaan pribadi Maitreya.” Pembaca bisa merujuk sejarah Islam
secara detail. Baik Muslim maupun non-Muslim sepakat dalam menegaskan bahwa
Muhammad saw sangatlah rupawan dan menarik baik dari sisi lahiriah maupun
batiniah. Ketegasan dan kelembutan pribadi beliau memanifestasikan sifat-sifat
Tuhannya. Inilah yang menyulitkan pemaparan kemulian pribadi Nabi saw.. Dalam
kitab dan jilid yang sama, tercantum “…suara indah dari Bodhisatwa (Maitreya)
begitu lembut, merdu, sekaligus santun. Mereka yang mendengar tidak pernah
merasa bosan dan puas.” Nabi saw yang lahir dari kalangan Arab tentunya paham
benar akan bahasa Arab. Dan, bahasa Arab yang digunakan al-Quran luar biasa
indahnya. Karena itu, al-Quran Suci sendiri dinilai sebagai suatu karya
kesusastraan khusus dengan bobot tertinggi yang memberikan manfaat kepada kawan
dan lawan. Kelembutan Nabi saw dan keindahan bahasa al-Quran menjadikan setiap
perkataan Nabi saw tidak pernah dikenai rasa bosan dan letih untuk disimak.

Seorang Budha mestilah seorang manusia—bukan dewa. Sang Budha tersebut mesti
memiliki lima karunia khusus, yakni karunia harta kekayaan, karunia anak,
karunia istri, karunia kekuasaan (yakni kepemimpinan), dan karunia kehidupan
dan pengikut. Sebagai tambahan, Budha tersebut tidak punya guru, yakni tanpa
menempuh suatu jenjang pendidikan formal. Gautama juga menekankan bahwa Budha
itu seorang yang bersahaja yang mengatakan keselamatan itu hanya tergantung
pada amal perbuatan individu.

Ciri-ciri di atas jelas senapas dengan kehidupan Nabi Muhammad saw. Kita
saksikan bahwa Nabi saw seorang yang memiliki lima hal tadi. Nabi saw memiliki
keturunan yang banyak sampai sekarang. Di antaranya ada yang menjadi para
pemimpin (imam) bagi kaum Muslim. (Tentang keturunan yang banyak ini, baca
Kejadian 12: 2, 3, 7 dan Kejadian 16: 9-11, sewaktu membahas perjanjian antara
Nabi Ibrahim (Kristiani; Abraham) dan Tuhan. Akhirnya, Nabi saw sendiri tidak
pernah belajar sama sekali dari seorang guru pun. Ilmu yang beliau dapatkan
murni dari Allah sebagai buah perenungannya akan kenya-taan semesta ditambah
kesucian jiwanya.

Tradisi Hindu

Sebagaimana dalam dua tradisi agama di atas, dalam kitab suci Hindu pun ditemukan
hal yang sama mengenai ciri-ciri yang mengarah kepada Nabi saw. Seorang
profesor Hindu terkenal, Vedaprakash Upadhyay, dalam bukunya yang menarik
mengklaim bahwa deskripsi “Avatar” yang terdapat pada kitab suci agama Hindu
sejalan dengan pribadi Nabi Muhammad saw.

Baru-baru ini sebuah buku yang menyingkap fakta tersebut telah diterbitkan.
Buku itu menjadi topik diskusi dan perbincangan di seluruh negeri. Penulis buku
itu seorang Muslim. Ia mungkin telah ditahan atau dibunuh. Boleh jadi semua
salinan buku itu telah dihilangkan. Buku itu bertajuk “Kalki Avatar”. Pundit
Vedaprakash Upadhyay adalah seorang Hindu Brahmana dari Bengali. Sarjana
peneliti di Universitas Allahabad—setelah bertahun-tahun melakukan
riset—akhirnya menerbitkan bukunya.

Keterangan dari Pundit Vaid Parkash telah disiarkan di BICNews pada 8 Desember
1997 yang diterjemahkan oleh Mir Abdul Majeed. Sebelumnya, pernah dimuat di The
Message, edisi Oktober 1997. Tidak kurang 8 pundit besar mendukung dan merestui
butir-butir argumennya sebagai yang otentik. Menurut kepercayaan Hindu, dunia
Hindu tengah menunggu “Pemimpin dan Pembimbing”, yang bernama “Kalki Avatar”.
Akan tetapi deskripsi yang dicantumkan dalam kitab-kitab suci agama Hindu
merujuk kepada Nabi Muhammad saw dari Arab. Karena itu, umat Hindu di seluruh
dunia semestinya tidak menunggu lebih lama lagi kedatangan ‘Kalki Avatar’ dan
harus menerima Nabi Muhammad saw sebagai Kalki Avatar. Inilah fakta-fakta yang
diuji dan didukung oleh tidak kurang dari delapan pundit terkemuka. Apa yang
dikatakan penulis adalah bahwa umat Hindu—yang masih harap-harap cemas menunggu
kedatangan Kalki Avatar—agaknya menyerahkan diri mereka sendiri kepada
penderitaan yang tak kunjung usai. Padahal utusan agung tersebut telah datang
dan meninggalkan dunia ini 14 abad yang silam. Pengarang tersebut telah
mengajukan bukti-bukti kuat dari kitab Veda dan kitab suci Hindu lain untuk
mendukung klaimnya: Dalam kitab Purana, misalnya, disebutkan bahwa Kalki Avatar
merupakan utusan terakhir di dunia ini. Ia memberi petunjuk seluruh manusia.
Nabi Islam saw diutus bagi segenap manusia. Bukan untuk salah satu golongan.
Menurut prediksi agama Hindu, kelahiran Kalki Avatar akan terjadi di
Semenanjung (yang menurut agama Hindu kawasan Arab). Ini ramalan yang sesuai
dengan faktanya di mana Islam lahir di kawasan Arab.

Masih dalam kitab-kitab Hindu juga, nama ayah dan ibu Kalki Avatar
masing-masing adalah Vishnubhagath dan Sumaani. Jika kita menilik arti kedua
nama tersebut, kita akan mendapatkan kesimpulan yang menarik. Dalam kosakata
Hindu, Vishnu artinya Allah dan Bhagath artinya hamba. Kalau digabung berarti
hamba Allah yang dalam bahasa Arab berarti Abdullah. Ia adalah ayah Nabi saw.

Sumaani artinya kedamaian atau ketenteraman. Dalam bahasa Arab sepadan dengan
kata Aminah (‘kedamaian’) yang tiada lain adalah nama ibunda Nabi saw.
Selanjutnya, dinyatakan dalam kitab Veda, kelahiran Kalki Avatar akan terjadi
di tengah klan keluarga bangsawan. Jelas ini merujuk ke suku Quraisy di mana
Nabi saw dilahirkan. Dalam kitab yang sama, Tuhan akan mengajar Kalki Avatar
melalui utusan (malaikat)-Nya di dalam gua. Ini sesuai dengan riwayat kehidupan
Nabi saw. Allah mengajar Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril, dalam suatu
gua yang disebut Gua Hira. Tuhan pun menyiapkan Kalki Avatar dengan
bantuan-Nya. Ini secara jelas terbukti dalam Perang Uhud.

Semua hal itu menjadi segelintir bukti yang mengisyaratkan universalitas
pribadi Muhammad saw dan agamanya: Islam. []

Hisap Rokok = Hisap Kencing Iblis


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Bismillahirrahmanirrahim

sebelumnya mohon maaf bagi yang membaca blogs saya dan tidak sependapat, hanya sebatas sharing apa yang saya tahu aja. dan semoga ada manfaatnya,amin.

TEMBAKAU BERASAL DARI KENCING IBLIS

Rasulullah pernah bersabda : "Kelak akan datang kaum-kaum
di akhir zaman, mereka suka mengonsumsi asap tembakau ini
dan mereka berkata : ‘Kami adalah umat Muhammad SAW’,
padahal mereka bukan umatku (Rasulullah tidak mengakui
sebagai umatnya), dan aku juga tidak mengganggap mereka
suatu umat, bahkan mereka adalah orang yang celaka."

Abu Hurairoh yang mendengar sabda tersebut bertanya :
"Bagaimana sejarah tembakau itu tumbuh Ya Rasulullah ?"
Sabdanya : "Sesungguhnya setelah Allah menciptakan Adam
‘alaihis salam dan memerintahkan para malaikat untuk sujud
(sebagai tanda penghormatan) kepada Adam, seluruh malaikat
kemudian sujud kepadanya kecuali Iblis. Dia enggan,
bersikap sombong dan termasuk orang-orang yang kafir.
Allah bertanya kepada Iblis : "Wahai Iblis, Apa yang
menyebabkan kamu tidak mau sujud saat Aku memerintahkanmu
? " Kata Iblis : "Aku lebih baik darinya, aku tercipta
dari api sedang ia tercipta dari tanah." Allah berkata :
"Keluarlah engkau dari surga sesungguhnya engkau terkutuk,
dan engkau dilaknat sampai hari akhir !"

Iblis keluar dengan ketakutan hingga terkencing-kencing.
Dari tetesan kencing Ibllis itulah tembakau tumbuh. Nabi
SAW bersabda : "Allah memasukkan mereka kedalam neraka,
dan sesungguhnya tembakau adalah tanaman yang keji. "

SEJARAH ROKOK

Sejarah rokok sendiri tidak terlepas dari upaya konspirasi
Yahudi-Nasrani yang berhasrat untuk menghancurkan umat
Islam. "Tidak akan ridho kaum Yahudi dan Nasrani terhadap
kalian selama-lamanya sampai kalian mengikuti jalan hidup
mereka." (al-Baqarah : 120). Didalam kitab Jawahirul
Lu’lu’iyyah, disebutkan bahwa munculnya rokok berasal dari
Inggris yang menyebar ke negeri-negeri Islam di abad
akhir. Anehnya pemerintah Inggris justru tidak mengirimkan
rokok ke negara Islam kecuali setelah para dokter muslim
bersepakat melarang merokok.

Dikatakan pula bahwa para dokter negeri muslim pernah
mengotopsi seorang laki-laki pecandu rokok. Mereka
mendapati daging dan ototnya mengerut kehitaman, sumsum
tulang hitam legam. Jantungnya seperti karang laut
berlubang dan berongga yang mengering. Hati terbakar
seperti dipanggang api. Sejak itulah dokter Yahudi-Nasrani
melarang mengonsumsi rokok. Sebaliknya mereka
memerintahkan menjualnya ke kaum muslimin dengan tujuan
membinasakan muslimin dalam jangka panjang. Dari sinilah
sebagian para ulama’ mengharamkan mengkonsumsi rokok,
karena ihtiyath (berhati-hati dalam mengambil hukum).

Mengapa kita terus menerus membaca meskipun kita tidak mengerti apa artinya?


Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu
perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian

Kentucky

dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan
membaca Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi
seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.
Suatu hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca
Qur’An seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku
pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca
Qur’An? Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang,
memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, " Bawa keranjang
batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air." Maka sang
cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes
sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih
cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang
tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2
keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia
berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan
keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai
gantinya.

Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang
batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke
luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali
bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya,
biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum
ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga
menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong
lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!" "
Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek.

Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya." Sang cucu menurut, melihat
ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu
sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua
kotor dan kini bersih, luar dalam. " Cucuku, hal itulah yang terjadi
ketika kamu membaca Qur’An. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya,
tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, luar dalam.

Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita."

 

Kisah Haru Seorang Siswi Palestina!

Keluarga Palestina: Tragedi Kemanusiaan Mengancam Hidup Mereka

Infopalestina-Al Sahl Lish Shahafah Wal I’lam: Ini adalah kisah tentang seorang
siswi di sebuah sekolah putri di Palestina. Hari itu dewan sekolah berkumpul
seperti biasanya. Di antara keputusan dan rekomendasi yang dikeluarkan dewan
dalam pertemuan ini adalah pemeriksaan mendadak bagi siswi di dalam aula. Dan
benar, dibentuklah tim khusus untuk melakukan pemeriksaan dan mulai bekerja. Sudah
barang tentu, pemeriksaan dilakukan terhadap segala hal yang dilarang masuk di
lingkungan sekolah seperti hand phone berkamera, foto-foto, gambar-gambar dan
surat-surat cinta serta yang lainnya.

Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang.

Para

siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim pemeriksa
menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri. Keluar dari satu
ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas para siswi di depan mereka.
Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku, pena dan peralatan kebutuhan kuliah
lainnya. Hingga akhirnya pemeriksaan selesai di seluruh ruangan kecuali satu
ruangan. Di situlah bermula kejadian. Apakah sebenarnya yang terjadi ???

Tim pemeriksa masuk ke ruangan ini dengan penuh percaya seperti biasanya. Tim
meminta izin kepada para siswi untuk memeriksa tas-tas mereka. Dimulailah
pemeriksaan.

Saat itu di ujung ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia memandang
kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata nanar, sedang tangannya
memegang erat tasnya. Pandangannya semakin tajam setiap giliran pemeriksaan
semakin dekat pada dirinya. Tahukah anda, apakah yang dia sembunyikan di dalam
tasnya ???

Beberapa saat kemudian tim pemeriksa memeriksa siswi yang ada di depannya. Dia
pun memegang sangat erat tasnya. Seakan dia mengatakan, demi Allah mereka tidak
akan membuka tas saya. Dan tiba lah giliran pemeriksaan pada dirinya.
Dimulailah pemeriksaan.

Tolong buka tasnya anakku, kata seorang guru anggota tim pemeriksa. Siswi itu
tidak langsung membuka tasnya. Dia melihat wanita yang ada di depannya dalam
diam sambil mendekap tas ke dadanya. Barikan tasmu, wahai anakku, kata
pemeriksa itu dengan lembut. Namun tiba-tiba dia berteriak keras: tidak … tidak
… tidak …

Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul di
sekitar siswi tersebut. Terjadilah debat sengit: berikan … tidak … berikan …
tidak …

Adakah rahasia yang dia sembunyikan??? Dan apa yang sebenarnya terjadi???

Maka terjadilah adegan pertarungan tangan untuk memperebutkan tas yang masih
tetap berada dalam blockade pemiliknya.

Para

siswi pun
terhenyak dan semua mata terbelalak. Seorang dosen wanita berdiri dan tangannya
diletakan di mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam. Ya Ilahi, apakah
sebenarnya yang ada di dalam tas tersebut. Apakah benar bahwa si Fulanah
(siswi) tersebut ….

Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk membawa sang
siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan yang barang kali
membutuhkan waktu lama …

Siswi tadi masuk kantor sedang air matanya bercucuran bagai hujan. Matanya
memandang ke arah semua yang hadir di ruangan itu dengan tatapan penuh benci
dan marah. Karena mereka akan mengungkap rahasia dirinya di hadapan orang
banyak. Ketua tim pemeriksa memerintahkannya duduk dan menenangkan situasi. Dia
pun mulai tenang. Dan kepala sekolah pun bertanya, apa yang kau sembunyikan di
dalam tas wahai anakku …?

Di sini, dalam saat-saat yang pahit dan sulit, dia membuka tasnya. Ya Ilahi,
apakah gerangan yang ada di dalamnya??? Bukan. Bukan. Tidak ada sesuatu pun
yang dilarang ada di dalam tasnya. Tidak ada benda-benda haram, hand phone
berkamera, gambar dan foto-foto atau

surat

cinta. Demi Allah, tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti).
Ya, itulah yang ada di dalam tasnya.

Setelah ditanya tentang sisa makanan yang ada di dalam tasnya, dia menjawab,
setelah menarik nafas panjang.

“Ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa separoh
atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya kumpulkan dan saya makan
sebagiannya. Sisanya saya bawa pulung untuk keluarga saya di rumah …Ya, untuk
ibu dan saudara-saudara saya di rumah. Agar mereka memiliki sesuatu yang bisa
disantap untuk makan siang dan makan malam. Kami adalah keluarga miskin, tidak
memiliki siapa-siapa. Kami bukan siapa-siapa dan memang tidak ada yang bertanya
tentang kami. Alasan saya untuk tidak membuka tas, agar saya tidak malu di
hadapan teman-teman di ruangan tadi.”

Tiba-tiba suara tangis meledak ruangan tersebu. Mata semua yang hadir
bercucuran air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk pada siswi
tersebut.

Ini adalah satu dari sekian banyak peristiwa kemanusiaan yang memilukan di
Palestina. Dan sangat mungkin juga terjadi di sekitar kehidupan kita. Kita
tidak tahu, barang kali selama ini kita tidak peduli dengan mereka. Doa dan
uluran tangan kita, setidaknya bisa sedikit meringankan penderitaan mereka.
Khususnya saudara-saudara kita di Palestina yang hingga kini terus dilanda
tragedi kemanusiaan akibat penjajahan Zionis

Israel

.
(seto)

infopalestina.com

seberapa besarkah cinta kita kepada Rasulullah??


AIRMATA RASULULLAH SAW…

sepertinya nggak akan pernah bosan-bosan kalau
membaca yg satu ini…
untuk mengingatkan kita…

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak
mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang
membalikkan
badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata
dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku
melihatnya,"
tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang
menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu
hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan
sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah
malaikatul
maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa
Jibril
tidak ikut bersama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas
langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril,
jelaskan
apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang
amat
lemah.

"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti
ruhmu.
Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih
penuh
kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan
kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul

Allah,
aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi
siapa
saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata
Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan
ruh
Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut
ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di
sampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya
Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup,
melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang
tidak
tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat
aimaanukum -
peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di
luar,
pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi
sinaran itu.

Kini,
mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad
wa
baarik wa sallim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

sudahkah anda menjadikan Rasul sebagai "tokoh idola"??
sudahkah kita mengikuti apa2 yg Rasul contohkan??
sudahkah kita mencintai Rasul selama ini seperti cinta Rasul kepada kita??

__________________

 

Siapakah emaknya…

Selesai berlibur dari kampung, saya harus kembali kekota. Mengingat
jalan tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama. Terasa mengantuk, saya
singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang
anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan.

"Abang mau beli kue?" Katanya sambil tersenyum. Tangannya segera
menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajanannya. "Tidak
Dik,
Abang sudah pesan makanan," jawab saya ringkas. dia berlalu.

Begitu pesanan tiba, saya langsung menikmatinya. Lebih kurang 20 menit
kemudian saya melihat anak tadi menghampiri pelanggan lain, sepasang
suami istri sepertinya. Mereka juga menolak, dia berlalu begitu saja.

"Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?" tanyanya tenang ketika
menghampiri meja saya.

"Abang baru selesai makan Dik, masih kenyang nih," kata saya sambil
menepuk-nepuk perut. Dia pergi, tapi cuma di sekitar restoran. Sampai
disitu dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu dia
tanya, "Tak mau beli kue saya Bang, Pak… Kakak atau Ibu." Molek
budi
bahasanya.

Pemilik restoran itupun tak melarang dia keluar masuk restorannya
menemui pelanggan. Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di
hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh kesah atau
tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya
enggan membeli kuenya.

Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil.
Anak itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai yang sama. Saya buka
pintu,membetulkan duduk dan menutup pintu. Belum sempat saya menghidupkan
mesin, anak tadi berdiri di tepi mobil. Dia menghadiahkan sebuah senyuman.
Saya turunkan kaca jendela. Membalas senyumannya.

"Abang sudah kenyang, tapi mungkin Abang perlukan kue saya untuk adik-
adik, Ibu atau Ayah abang," katanya sopan sekali sambil tersenyum.
Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak daun pisang
penutupnya.

Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan
dihati. Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp
20.000,- padanya. "Ambil ini Dik! Abang sedekah… Tak usah Abang beli
kue itu." Saya berkata ikhlas karena perasaan kasihan meningkat mendadak.
Anak itu menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus
berjalan kembali ke kaki

lima

deretan kedai. Saya gembira dapat membantunya.

Setelah mesin mobil saya hidupkan. Saya memundurkan. Alangkah
terperanjatnya saya melihat anak itu mengulurkan Rp 20.000,- pemberian saya itu
kepada
seorang pengemis yang buta kedua-dua matanya. Saya terkejut, saya
hentikan mobil, memanggil anak itu. "Kenapa Bang, mau beli kue kah?"
tanyanya.

"Kenapa Adik berikan duit Abang tadi pada pengemis itu? Duit itu Abang
berikan ke Adik!" kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.

"Bang, saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu saya
mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah.

Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan
masih banyak, Mak pasti marah. Kata Mak mengemis kerja orang yang tak
berupaya, saya masih kuat Bang!" katanya begitu lancar. Saya heran
sekaligus
kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal saya terus bertanya
berapa harga semua kue dalam bakul itu.

"Abang mau beli semua kah?" dia bertanya dan saya cuma mengangguk.

Lidah saya kelu mau berkata. "Rp 25.000,- saja Bang…." Selepas dia
memasukkan satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp
25.000,-.
Dia mengucapkan terima kasih dan terus pergi. Saya perhatikan dia
hingga hilang dari pandangan.

Dalam perjalanan, baru saya terpikir untuk bertanya statusnya. Anak
yatim
kah? Siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan mendidiknya?
Terus terang saya katakan, saya beli kuenya bukan lagi atas dasar kasihan,
tetapi rasa kagum dengan sikapnya yang dapat menjadikan kerjanya suatu
penghormatan. Sesungguhnya saya kagum dengan sikap anak itu. Dia
menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya.

__________________

 

Para Jundi Cilik Negeri Sakura

 Oleh Lizsa Anggraeny

Namanya Ibrahim, berumur kira-kira 4 tahun. Lahir dari pasangan muslim

Pakistan

dan muslimah Jepang. Jika ditanya cita-cita "Kalau sudah besar mau jadi
apa?" Jawaban tegasnya selalu membuat bulu tangan berdiri.
"Okikunattara Masjidil Haram no Imam ni naritai ! (Kalau sudah besar
pengen jadi Imam di Masjidil Haram!). " Di usianya yang masih belia,
Ibrahim hapal hampir seluruh juz ke-30 Al-Quran. Sebuah prestasi yang
menggembirakan bagi seorang anak yang dididik dalam lingkungan negeri yang
tidak mengenal agama seperti Jepang.

Namanya Ismail, berumur sekitar 4 atau 5 tahun. Lahir daripasangan muslim
Afrika dan muslimah Jepang. Jika ditanya tentang cita-cita, jawabannya akan
polos terdengar. "Okikunattara suika ni naritai (Kalau sudah besar ingin
jadi buah semangka)" Jawaban khas anak kecil yang mungkin akan membuat
orang dewasa tersenyum geli. Namun tidak begitu jika ditanya "Ismail orang
mana?" Sosok kecilnya akan tegas menjawab "Boku wa Isuramu jin da yo
(Aku orang Islam). " Sosok kecil Ismail mungkin belum mengenal nama-nama
negara di dunia, yang ia tahu hanyalah kebangaan menjadi orang Islam – seorang
anak muslim yang lahir di negeri sakura.

Tidak hanya Ibrahim dan Ismail, ada si kecil yang bernama Aisha, Nurjanah,
Sahar, Samar, Hasan, Jibril, Thalhahserta beberapa jundi cilik lainnya yang
tinggal di negeri sakura. Umumnya mereka terlahir dari pasangan campuran muslim
asing dengan muslim Jepang. Tidak seperti anak-anak muslim di Indonesia,
mungkin mereka jarang sekali mendengarkan adzan di masjid, tidak bisa sering
berkumpul dengan sesama anak muslim lainnya, sulit mendapatkan buku cerita anak
tentang Islam serta kurang memiliki lingkungan kondusif untuk belajar agama.

Dengan kondisi seperti ini, tidak salah jika para orang tua mereka begitu giat
ingin menanamkan jiwa mencintai Allah dan Rasulullah saw sejak masih dalam
buaian. Setiap dua pekan sekali ataupun dalam acara khusus, saya memiliki
kesempatan bertemu dengan para jundi ini di sebuah masjid di sekitar kawasan

Tokyo

.
Jarak perjalanan yang jauh sepertinya tidak menjadi halangan. Semata semua
dilakukan untuk menambah ‘charge’ ruhaninya tentang Islam.

Dalam keterbatasan waktu dan ruang, para jundi cilik ini tetap memiliki
semangat. Mengikuti dengan mimik serius setiap mendengarkan cerita shirah
nabawi ataupun sahabat, tertawa-tawa riang ketika diajarkan huruf hijaiyah
dengan permainan kotak dadu, serta kadang terbata-bata berusaha menghapalkan
setiap untaian ayat, surat-surat ataupun doa-doa pendek yang dilantunkan
bersama di antara kelincahannya sebagai anak-anak. Tak berlebihan rasanya, jika
melihat sosok mungilnya yang ceria dengan semangat menyala, ingatan saya selalu
melompat pada beberapa cerita tentang para pahlawan cilik di masa Rasulullah
saw.

Rafi bin Khudaij pemanah cilik ulung yang pernah ikut dalam jihad di Uhud. Zaid
bin Tsabit dalam usianya yang masih belia, diberi kehormatan membawa bendera
pasukan muslim saat perang Tabuk karena memiliki hapalan Qur`an yang baik.
Salamah bin Akwa yang tekenal sebagai pelari cilik tercepat hingga dapat
menahan para perampok unta-unta Rasulullah saw dengan teknik berlarinya. Aisyah
binti As-Shiddiq gadis cilik cerdas banyak mengetahui tentang Al-Qur`an,
hadits, ataupun syair. Pahlawan cilik yang dalam usia belia, begitu bangga
dengan izzah sebagai muslim. Dengan gagah berani membela Islam. Memerangi
kezaliman dengan kecerdasan dan keahlian, meski terkadang musuh yang dihadang
lebih besar daripada badanya.

Para jundi negeri sakura, mungkin belum tahu tentang cerita kehebatan para
pahlawan cilik di atas. Dan mungkin pula kehebatan para jundi negeri sakura
belum sebanding dengan para pahlawan cilik di zaman Rasulullah saw. Namun tak
berlebihan jika para orang tua termasuk saya, memiliki harapan yang sama. Bahwa
para jundi cilik tersebut suatu saat akan menjadi pahlawan pembela Islam di
negeri sakura. Dalam jiwa kecilnya, akan tumbuh kebanggaan menjadi seorang
muslim. Dapat gagah berani membela Islam. Memiliki sikap tegas berjuang melawan
kezaliman berupa serangan pemikiran barat. Tidak terimbas oleh lingkungan
sekuler yang siap menghancurkan mutiara imannya.

Perlahan tapi pasti, jundi-jundi cilik di negeri sakura akan tumbuh menjadi
generasi yang berjiwa kuat seperti para pahlawan cilik di zaman Rasulullah saw.
Mereka akan menjadipenegak panji Allah swt. Yang selalu bangga mengatakan
"Saya adalah muslim. " Yang dapat meluaskan syiar Islam hingga
semakin menyebar dan kokoh tegak di bumi sakura. Insya Allah.

Yakumo -Sepenggal catatan aishliz et FLP Jepang -

Menyingkap Rahasia Sains Tahajud


pada saat seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan
shalat tahajud, ia berada dalam kondisi layaknya orang yang melakukan meditasi
dan relaksasi. jika kita pernah mendengar lirik lagu tombo ati yang
didendangkan budayawan kondang emha ainun nadjib bersama kelompok musik kiai
kanjeng, tahajud disebut sebagai salah satu pengobat hati. sebab shalat sunah
yang ditunaikan di keheningan malam itu, mengantarkan orang yang menunaikannya
menjadi lebih dekat dengan allah. hati yang dekat dengan tuhannya adalah hati
yang damai.

orang yang rindu tahajud adalah orang yang mempunyai kadar keikhlasan lebih. ia
rela untuk menghentikan kelelapan tidurnya dan bersimpuh pada sang khalik.
alquran memuji mereka dengan menyebutnya sebagai orang-orang yang menjauhkan
lambungnya dari tempat peraduan.

tahajud diketahui sebagai ibadah yang ditunaikan pada malam hari, saat setiap
orang mengistirahatkan tubuhnya dari kelelahan aktivitas di siang hari. banyak
kalangan menyatakan bahwa idealnya masa tidur di malam hari adalah enam hingga
delapan jam. tidur di malam hari akan memberikan energi baru bagi seseorang
untuk melakukan aktivitasnya di pagi hingga siang hari.

namun kemudian muncul sebuah pendapat lain dari seorang ilmuwan bernama ray
meddis. ia menyatakan bahwa masa tidur yang sempurna hanyalah tiga hingga empat
jam setiap harinya. seseorang akan mengalami deep slep sekitar tiga hingga
empat jam saja. tentu seorang muslim mampu memanfaatkan sisa masa tidur itu
untuk memadu cinta dengan tuhannya, melalui shalat tahajud.

“bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit daripadanya. yaitu
seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua
itu. dan bacalah alquran dengan perlahan-lahan.” (al-muzammil [73]: 2-4).

seorang ilmuwan muslim asal mesir, fadhlalla haeri, menyatakan bahwa ayat
tersebut memberikan panduan bagi muslim untuk mencapai keseimbangan. di sisa
masa istirahatnya, tiga jam masa efektif tidur malam, maka ia pun semestinya
bangun untuk menjalankan aktivitas yang bermanfaat. bangun di waktu malam
adalah salah satu aktivitas yang memberikan manfaat.

ia menambahkan, pada saat itu energi did lam tubuh seseorang berada dalam
kondisi rndah. selain itu, medan refleksi juga begitu bersih. dalam tradisi
india, kondisi seperti itu disebut sebagai tahap pembentukan kesadaran yang
terjadi pada titik energi ketujuh atau cakra mahkota. dampaknya, akan
meningkatkan intuisi seseorang dan kesadaran diri untuk mampu mengendalikan
emosi negatif.

menurut haeri, pada saat seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan shalat
tahajud, ia berada dalam kondisi layaknya orang melakukan meditasi dan
relaksasi atas kelenjar pineal. ini akan menspiritualkan intelektual sesorang
disertai dengan kemampuan personal untuk selalu mendekatkan diri kepada allah
serta menjalin hubungan yang harmonis dengan sesamanya.

tak hanya itu, pada saat matahari terbenam, kelenjar pineal mulai bekerja dan
memproduksi hormon melatonin dalam jumlah besar dan mencapai puncaknya pada
pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari. hormon inilah yang kemudian menghasilkan
turunan asam amino trytophan dalam jumlah besar pula.

tahukah anda? tahajud menjadi sarana untuk mempertahankan melatonin dalam
jumlah yang stabil.

hormon melatonin akan membentuk sistem kekebalan dalam tubuh dan membatasi
gerak pemicu tumor seperti estrogen. haeri mengungkapkan bahwa pada masa
kanak-kanak melatonin yang ada di dalam tubuh berjumlah 120 picogram. namun
jumlah tersebut akan semakin menurun pada usia 20 30 tahun. selain secara alamiah,
pengurangan jumlah melatonin di dalam tubuh juga diakibatkan adanya pengaruh
eksternal, seperti: tidur larut, medan elektromagnetik, dan polutan kimia
misalnya pestisida, yang pada akhirnya menyebabkan penyakit tekanan darah
tinggi dan sakit kepala. pada titik tertentu bahkan menyebabkan turunnya sistem
kekebalan tubuh.

kafein yang terkandung di dalam kopi, teh hitam, dan soda tertentu juga akan
menyebabkan kemampuan antioksidan melatonin berkurang. keadaan ini akan
membahayakan sel-sel tubuh saat seseorang tengah terjaga. dengan demikian, kata
haeri, yang harus menjadi perhatian adalah bukan kuantitas tidur seseorang
untuk memberikan kebugaran pada tubuh, tetapi justru kualitas tidur. tiga jam
adalah waktu yang cukup untuk itu.

tahajud tidak hanya memberikan pengaruh pada posisi melatonin. gerakan ibadah
di sepertiga malam terakhir ini juga memberikan pengaruh tertentu pada tubuh.
setidaknya, pada saat berdiri tegak dan mengangkat takbir secara tidak langsung
akan membuat rongga toraks dalam paru-paru membesar. ini akan menyebabkan
banyak oksigen yang masuk ke dalamnya. ada kesegaran yang dirasakan ketika
seseorang dapat menghirup udara segar ke dalam paru-parunya di keheningan malam
itu. pada saat sujud, seluruh berat dan daya badan dipindahkan sepenuhnya pada
otot tangan, kaki, dada, perut, leher, dan jari kaki. proses ini dilakukan
berulang-ulang sesuai jumlahrakaat shalat tahajud yang kita lakukan.

setelah oksigen masuk ke dalam paru-paru, oksigen diedarkan ke seluruh tubuh
dengan lancar karena adanya pergerakan otot selama ruku’ dan sujud. selain itu,
dalam shalat seseorang juga melakukan gerakan duduk di antara dua sujud dan
tahiyat yang menyebabkan adanya gerakan tumit, pangkal paha, jari tangan, jari
kaki, dan lainnya. tentu peredaran oksigen akan menjadi lancar.

__________________

 

mati nya kreativitas


bismillahirohmanirohim.
semoga bermanfaat n menambah keimanan kita kepada Allah.

Suatu hari, ada 2 ekor angsa yg sedang bersiap-siap untuk terbang kedaerah
lembah timur untuk melakukan migrasi tahunan. ketika itu, ada seekor katak penuh
semangat menghadapi hidup, meminta tolong untuk diajak bermigrasi.

karena kebaikan kedua angsa ini, akhirnya muncullah persetujuan. Namun, mereka
bertanya-tanya bagaimana cara membawanya??

Hasil pencerahan katak yg penuh semangat menghadapi hidup ini akhirnya
memunculkan ide kreatifnya. Ia mengambil sebuah akar rumput panjang yg kuat.
kemudian, ia meminta tolong kedua angsa tersebut memegang kedua ujung akar dan
membawanya terbang. sementara, katak bergelantungan ditengah-tengahnya dengan
menggunakan mulutnya.

perilaku dua angsa dan satu katak ini sangat luar biasa. Mereka terbang,
terbang, dan terbang terus. beberapa orang dibawahnya mengamati dengan penuh
kekaguman. dengan penuh semangat mereka berteriak : "Siapa yg sangat
pandai mempunyai rancangan luar biasa ini?"

Ketika katak mendengar teriakan itu, ia menjadi sombong, kemudian membuka
mulutnya sambil berseru "SAYA!!!"
ketika itulah sang Katak terjatuh berkeping-keping.

inilah kehidupan. banyak kreativitas yg kita miliki menjadi hancur lebur gara-gara
tidak tahan menerima pujian sehingga lupa terhadap tujuan.Hati-hati dengan
kepandaian dan kreativitas kita. sebab, bisa menjadi bumerang dalam kehidupan
kita. Ingin terjatuh seperti katak??selama mencoba.

copas dari buku
Hidup untuk Hidup-masrukhul amri-Mizan

Manfaat Sholat


Shalat adalah amalan
ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya
sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun,
pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah
menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!


Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk
mendirikan shalat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab
salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia.
Setelah sekian tahun menjalankan shalat, sampai di mana pemahaman kita
mengenainya?

TAKBIRATUL IHRAM

Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua
tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran
darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah
otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua
tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar.
Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap
ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh
bagian atas.

RUKU’

Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang
belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung
tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan
posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh
dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah
maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi
relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan
kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I’TIDAL

Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali
tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.

Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah
rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan
pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan
dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

SUJUD

Postur: Menungging dengan meletakkan kedua
tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.

Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke
bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya
oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir
seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma?ninah, jangan tergesa gesa
agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan
gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat
luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

DUDUK

Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy
(tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi
telapak kaki.

Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada
pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini
menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak
mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran
kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas
deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi
posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai
turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah
yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

SALAM

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri
secara maksimal.

Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan
kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala
dan menjaga kekencangan kulit wajah.

BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja
menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar-dalam.


PACU KECERDASAN

Gerakan sujud dalam salat tergolong unik.
Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih
rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi
(ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami
Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya.
Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin,
pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat
sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir
maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang
memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat
memacu kecerdasan.

Risetnya telah mendapat pengakuan dari
Harvard

Universitry

,

AS.

Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang
tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset
pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

PERINDAH POSTUR

Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau
peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan
peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat
menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot
tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan
pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot
dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi
lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di
dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN

Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa
dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan
dada, otot?otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus)
berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan
lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan
dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila,
otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia
justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan
serta mempertahankan organ?organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

PERBAIKI KESUBURAN

Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam
salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk
tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya
otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena
terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran,
dan saluran kemih.

Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus
menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki
kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini
tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah
yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

AWET MUDA

Pada dasarnya, seluruh gerakan salat
bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit
terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel?sel yang rusak dapat
segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa
bugar.

Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke
kiri dan kanan punya pengaruh besar pada kekencangan kulit wajah. Gerakan ini
tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini
menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.