Ada skenario yg paling pas
Jika
kita merasa sebagai orang yang dituakan, atau bahkan yang diidolakan,
jangan sampai terlena. Apa sebab? Belum tentu kita akan menjumpai akhir
yang baik ketika menutup mata untuk selama-lamanya.
Jangan pernah
sekali-kali berprasangka buruk pada Tuhan. Penyesalan dan kesesakan
hati akan menghimpit di sisa-sisa usia kita. Jadilah orang yang pandai
bersyukur. Toh, andaikan semua nikmat yang telah kita rasakan ini
di-minus dengan musibah yang kita alami hasilnya masih saja positif.
Ya, positif tak hingga.
Dan kini, ketika kita ‘dipaksa’ untuk
berada jauh dari sanak kerabat, ketika dihadapkan pada hamparan
pedesaan sehingga menjadi keseharian kita, ketika semuanya terasa
memojokkan kita, maka bersabarlah. Yakinlah, semua yang kita jalani
hanyalah sebuah skenario improvisasi. Itulah skenario yang paling pas
buat kita. Bagaimanapun alurnya, telah ada penanggung jawabnya:
sutradara. Ikuti saja aturan mainnya. Percayalah, sutradara biasanya
sering membolak-balikkan kondisi.
Masih ingat waktu kita kecil? Slogan yang selalu tertanam dalam benak kita adalah bahwa Jagoan menangnya di akhir.
So, jika kita merasa jagoan, kemenangan kita telah ditentukan. Tapi bukan sekarang. Sabar ya. Yuk kita songsong bersama..