4 lelaki yang ditarik wanita ke neraka



Seseorang
wanita itu apabila di yaumul akhirat akan menarik empat golongan lelaki
bersamanya ke dalam neraka. Tazkirah ini bukan untuk memperkecilkan
wanita tetapi sebaliknya iaitu supaya kaum lelaki memainkan peranannya
dengan hak & saksama serta berwaspada akan tanggung-jawab yang
dipikul!

1. Ayahnya
Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak
perempuannya di dunia. dia tidak memberikan segala keperluan agama
seperti mengajar sholat, mengaji & sebagainya. Dia memperbiarkan
anak-anak perempuannya tidak menutup aurat… tidak cukup kalau dengan
hanya memberi kemewahan dunia sahaja maka dia akan ditarik ke neraka
oleh anaknya.

2. Suaminya
Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya. bergaul
bebas di pejabat,memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk
pandangan kaum lelaki yg bukan muhrim apabila suami mendiam diri
walaupun dia seorang alim seperti sholat tidak bertangguh, puasa tidak
pernah ditinggal maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.

3. Kakak Laki-Laki
Apabila ayahnya sudah tiada,tanggung jawab menjaga adik wanita jatuh ke
bahu kakak laki-lakinya… jikalau mereka hanya mementingkan
keluarganya saja dan adik perempuannya dibiar melencong dari ajaran
ISLAM …tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yg
haram dari Islam,bila ibu membuat kemungkaran pengumpat,mengata &
sebagainya maka anak itu akan disoal dan dipertangung jawabkan di
akhirat kelak. Nantikan tarikan ibunya ke neraka.

Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia
malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat ,maka kaum lelaki yang
bergelar ayah/suami/kakak laki-laki atau anak harus memainkan peranan
mereka.

Firman ALLAH SWT:

"HAI ANAK ADAM PERIHARALAH DIRI KAMU SERTA AHLIMU DARI API NERAKA DI MANA BAHAN PEMBAKARNYA IALAH MANUSIA,JIN DAN BATU-BATU…"

Kisah Dialog Rasulullah SAW Dengan Iblis


Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata : "
Kami
bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar
dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar : " Wahai para
penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalian
membutuhkanku ". Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat :" Apakah
kalian
tahu siapa yang menyeru itu ?". Para sahabat menjawab , " Tentu Allah dan
Rasul-
Nya lebih mengetahui ". Rasulullah berkata : " Dia adalah Iblis yang
terkutuk -
semoga Allah senantiasa melaknatnya". Umar bin Khattab r.a. berkata :" Ya,
Rasulullah, apakah engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?". Nabi SAW
berkata
pelan :" Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk

mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan [hari
kiyamat]?.
Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan
Allah
SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia
sampaikan
kepada kalian ! ".

Ibnu Abbas berkata : " Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis masuk ke tengah-
tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta
sebelah
mata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti

rambut kuda, kedua kelopak matanya [masyquqatani] memanjang [terbelah
ke-atas,
tidak kesamping], kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi
taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir

macan / kerbau [tsur]. Dia berkata, " Assalamu ‘alaika ya Muhammad,
assalamu ‘alaikum ya jamaa’atal-muslimin [salam untuk kalian semua wahai
golongan muslimin]". Nabi SAW menjawab :" Assamu lillah ya la’iin
[Keselamatan
hanya milik Allah SWT, wahai makhluq yang terlaknat. Aku telah mengetahui,
engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis".

Iblis berkata :" Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku
sendiri,
tetapi aku datang karena terpaksa [diperintah]."

Nabi SAW berkata :" Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini, wahai
terlaknat?".

Iblis berkata," Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan Tuhan Yang Maha
Agung, ia berkata kepada-ku ‘Sesungguhnya Allah SWT menyuruhmu untuk datang
kepada Muhammad SAW dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus
memberitahu
kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu terhadap Bani
Adam,
bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan
jujur
apa saja yang ditanyakan kepa-damu’. Allah SWT bersabda," Demi kemulia-an
dan
keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar,
niscaya Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan
musuhmu
karena bencana yang menimpamu". Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu

sebagaimana aku diperintah. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan. Jika

aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku, niscaya
musuhku
akan puas atas musibah yang terjadi padaku. Tiada beban yang lebih berat
bagiku
daripada leganya musuh-musuhku yang menimpa diriku".

Rasulullah kemudian mulai bertanya :" Jika kamu jujur, beritahukanlah
kepada-
ku, siapakah orang yang paling kamu benci ?".

Iblis menjawab :" Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluq Allah yang
paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu".

Rasulullah SAW :" Siapa lagi yang kamu benci?".

Iblis :" Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT".

Rasulullah :" Lalu siapa lagi ?".

Iblis :" Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari syubhat] yang saya tahu,
lagi
penyabar".

Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".

Iblis :" Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan suci dari
kotoran".

Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".

Iblis :" Orang miskin [fakir] yang sabar, yang tidak menceritakan
kefakirannya
kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya ".

Rasulullah :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar ?".

Iblis :" Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhluq
sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan

orang-orang yang sabar ".

Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".

Iblis :" Orang kaya yang bersyukur ".

Rasulullah bertanya :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur ?".

Iblis :" Jika aku melihatnya meng-ambil dari dan meletakkannya pada tempat
yang
halal".

Rassulullah :"Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?".

Iblis :"Aku merasa panas dan gemetar".

Rasulullah :"Kenapa, wahai terlaknat?".

Iblis :" Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud

saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat".

Rassulullah :"Jika mereka shaum ?".

Iblis : " Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa".

Rasulullah :" Jika mereka menunaikan haji ?".

Iblis :" Saya menjadi gila".

Rasulullah :"Jika mereka membaca Al Qur’an ?’.

Iblis :’ Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api".

Rasulullah :" Jika mereka berzakat ?".

Iblis :" Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji / kapak dan
memotongku menjadi dua".

Rasulullah :" Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?".

Iblis :" Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Tuhan
menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang bezakat
disenangi
makhluq-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara

dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan zakat, Tuhan mencegah bencana
dan
malapetaka agar tidak menimpanya".

Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?".

Iblis :" Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah, dia tidak taat kepadaku,
bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa Islam".

Rasulullah :" Apa pendapatmu tentang Umar ?".

Iblis :" Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya".

Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Utsman ?".

Iblis :" Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya".

Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib ?".

Iblis :" Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah bertemu
dengannya [menukar darinya kepala dengan kepala], dan kemudian ia
meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tetapi dia sama sekali tidak pernah
melakukan hal itu".

Rasulullah :" Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku
dan
menyengsarakanmu sampai hari kiamat".

Iblis yang terlaknat berkata kepada Muhammad :" Hay-hata hay-hata [tidak
mungkin- tidak mungkin]. Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan
tidak
mati sampai hari kiamat. Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku
masuk ke dalam diri mereka melalui aliran darah, daging, sedangkan mereka
tidak
melihatku. Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari
mereka dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun
yang pandai, yang buta-huruf dan yang melek-huruf. Yang kafir dan yang suka
beribadah, kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas]".

Rasulullah :"Siapa yang mukhlis itu menurutmu ?".

Iblis dengan panjang-lebar menjawab :" Apakah engkau tidak tahu, wahai
Muhammad. Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak termasuk orang
ikhlas
untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka
puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas karena Allah, maka aku
tinggalkan ia. Sesungguhnya hamba yang mencintai harta, pujian dan hatinya
tergantung pada nafsu [syahwat] dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya
jelaskan kepadamu. Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk salah satu

dosa besar. Wahai Muhammad, tak tahukan engkau bahwa cinta kedudukan
[riyasah]
termasuk dosa besar. Dan bahwa sombong, juga termasuk dosa besar. Wahai
Muhammad, tidak tahukan engkau, bahwa aku punya tujuh puluh ribu anak.
Setiap
anak dari mereka, punya tujuh puluh ribu syaithan. Diantara mereka telah aku

tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan sebagian lagi menggoda anak
muda,
sebagian lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda
orang-orang
lemah. Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka,

sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka kehendaki
bersamanya. Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang

rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia [zuhud]. Setan

masuk ke dalam dan keluar dari diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan
yang
lain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi manusia

dengan satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu syaithan mengambil
keikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa rasa ikhlas,

tetapi mereka tidak merasa. Apakah engkau tidak tahu, tentang Barshisha,
sang
pendeta yang beribadah secara ikhlas selama tujuh puluh tahun, hingga setiap

orang yang sakit menjadi sehat berkat da’wahnya. Aku tidak meninggalkannya
sampai dia dia berzina, membunuh, dan kafir [ingkar]. Dialah yang disebut
oleh
Allah dalam Qur’an dengan firmannya [dalam Surah Al Hasyr] :" (Bujukan
orang-
orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika mereka berkata
pada
manusia:"Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir ia
berkata:"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku
takut
kepada Allah, Rabb semesta alam". (QS. 59:16).

Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal
dariku.
Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa berbohong, dia adalah
temanku, dan barangsiapa berbohong kepada Allah, dia adalah kekasihku.
Apakah
engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, " Demi Allah
aku
adalah penasihat kamu berdua". Maka, sumpah palsu merupakan kesenangan
hatiku,
ghibah, membicarakan kejelekan orang lain, dan namimah, meng-adu domba
adalah
buah kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.
Barangsiapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa,
meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan
lisannya
dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih
memiliki
keturunan sampai hari kiyamat, maka anak mereka semuanya adalah anak-anak
hasil
zina. Mereka masuk neraka hanya karena satu kata saja.

Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada yang meng-akhirkan shalat
barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani dia dan aku goda
dia.
Kemudian aku katakan kepadanya:" Masih ada waktu, sementara engkau sibuk".
Sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya,
maka Tuhan memukul wajahnya. Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu
syaithan yang membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia menang atasku, aku
tinggalkan dia sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya,’
Lihatlah kiri-kanan’, lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan
tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan kepadanya,’ Aku
telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya’. Dan engkau sendiri tahu wahai

Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul
wajahnya.

Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian, aku
perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka ia ‘mencucuk’ shalat seperti ayam
mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa. Jika ia menang atasku, maka ketika
shalat berjamaah aku cambuk dia dengan ‘lijam’ [cambuk] lalu aku angkat
kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku letakkan ia hingga
mendahului
imam. Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah shalatnya dan
Allah
akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiyamat nanti.

Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan jari-
jarinya ketika shalat sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat. Jika ia
masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia tidak menaruh
tangan di mulutnya, syaithan masuk ke dalam perutnya dan dengan begitu ia
bertambah rakus di dunia dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami yang
setia.

Bagaimana umatmu bahagia sementara aku menyuruh orang miskin untuk
meninggalkan
shalat. Aku katakan kepadanya,’ Shalat tidak wajib atasmu. Shalat hanya
diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan ni’mat dari Allah’. Aku katakan

kepada orang yang sakit :" Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak wajib
atasmu.
Shalat hanya wajib atas orang yang sehat, karena Allah berkata :" Tidak ada
halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi

orang sakit, ……… Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya) bagimu,
agar kamu memahaminya. (QS. 24:61) Tidak ada dosa bagi orang yang sakit.
Jika
kamu sembuh, kamu harus shalat yang diwajibkan". Sampai dia mati dalam
keadaan
kafir. Jika dia mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu Tuhan

dan Tuhan marah kepadanya. Wahai Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka
mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi pasir. Wahai Muhammad, bagaimana
engkau bahagia melihat umatmu, sementara aku mengeluarkan seper-enam umatmu
dari Islam.

Nabi berkata :" Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu ?".

Iblis :" Pemakan riba".

Nabi :" Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?".

Iblis :" Pe-zina".

Nabi :" Siapa teman tidurmu ?".

Iblis :" Orang yang mabuk".

Nabi :" Siapa tamumu ?".

Iblis :" Pencuri".

Nabi:" Siapa utusanmu ?".

Iblis :"Tukang Sihir".

Nabi :" Apa kesukaanmu ?".

Iblis :" Orang yang bersumpah cerai".

Nabi :"Siapa kekasihmu ?".

Iblis :"Orang yang meninggalkan shalat Jum’at".

Nabi :"Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu ?".

Iblis :"Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah".

Nabi :" Apa yang melelehkan badanmu ?".

Iblis:"Tobatnya orang yang bertaubat".

Nabi:"Apa yang menggosongkan [membuat panas] hatimu ?".

Iblis:" Istighfar yang banyak kepada Allah siang-malam.

Nabi:" Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)?".

Iblis:" Zakat secara sembunyi-sembunyi".

Nabi:" Apa yang membutakan matamu ?".

Iblis :" Shalat diwaktu sahur [menjelang shubuh]".

Nabi:" Apa yang memukul kepalamu ?".

Iblis:" Memperbanyak shalat berjamaah".

Nabi:" Siapa yang paling bisa membahagiakanmu ?".

Iblis :" Orang yang sengaja meninggalkan shalat".

Nabi:" siapa manusia yang paling sengsara [celaka] menurutmu?".

Iblis:"Orang kikir / pelit".

Nabi:" Siapa yang paling menyita pekerjaanmu [menyibukkanmu] ?".

Iblis:" Majlis-majlis ulama".

Nabi:" Bagaimana kamu makan ?".

Iblis:"Dengan tangan kiriku dan dengan jari-jariku".

Nabi:"Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas ?".

Iblis:" Dibalik kuku-kuku manusia".

Nabi:" Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah ?".

Iblis:" Sepuluh perkara".

Nabi:" Apa itu wahai terlaknat ?".

Iblis :" Aku minta kepada-Nya untuk agar saya dapat berserikat dalam diri
Bani
Adam, dalam harta dan anak-anak mereka. Dia mengijinkanku berserikat dalam
kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah :

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan

kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki

dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah
mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan
tipuan belaka. (QS. 17:64)

Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka saya ikut memakannya. Saya

juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta
yang
tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Setiap
orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari syaithan ketika
bersetubuih dengan istrinya maka syaithan akan ikut bersetubuh. Akhirnya
melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang
naik
kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya

adalah temannya. Itulah maksud firman Allah :" ……. , dan kerahkanlah
terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki …… (QS.

17:64) . Saya memohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah
kamar-mandi. Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi
masjidku. Aku memohon agar saya punya al-Qur’an, maka syair adalah
al-Qur’anku.
Saya memohon agar punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya
memohon agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat
tidurku. Saya memohon agar saya punya teman-teman yang menolongku, maka maka

kelompok al-Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku. Dan saya memohon

agar saya memiliki teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfaq-kan
harta
kekayaannya untuk kemaksiyatan adalah teman dekat-ku. Ia kemudian membaca
ayat : Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan

syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. (QS. 17:27)

Rasulullah berkata :" Andaikata tidak setiap apa yang engkau ucapkan
didukung
oleh ayat-ayat dari Kitabullah tentu aku tidak akan membenarkanmu".

Lalu Iblis meneruskan :" Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya

bisa melihat anak-cucu Adam sementara mereka tidak dapat melihatku. Kemudian

Allah menjadikan aku dapat mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku
dapat berjalan kemanapun sesuai dengan kemauanku dan dengan cara
bagaimanapun.
Kalau saya mau, dalam sesaatpun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku :"
Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta". Akhirnya saya merasa senang

dan bangga sampai hari kiamat. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih
banyak
daripada yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku
sampai hari kiamat.

Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing di telinga
seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya. Andaikata tidak
karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum menjalankan shalat.

Saya juga punya anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang
hamba
melakukan ketaatan ibadah dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak
saya
tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamer-kan ditengah-tengah manusia
sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh
sembilan
dari seratus pahala-Nya sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab,
setiap
ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala. Saya
punya
anak lagi yang bernama Kuhyal. Ia bertugas mengusapi celak mata semua orang
yang sedang ada di majlis pengajian dan ketika khatib sedang memberikan
khutbah, sehingga, mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak dapat
mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Bagi mereka yang tertidur
tidak
akan ditulis pahala sedikitpun untuk selamanya.

Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada syaithan yang duduk di
pinggulnya,
ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan
menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua syaithan itu kemudian
berkata kepadanya,’ keluarkan tanganmu’. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya,

kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.

Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak dapat menyesatkan sedikitpun, akan
tetapi
saya hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikata saya memiliki hak dan
kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak akan membiarkan segelintir
manusia-pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan " Tidak ada tuhan

selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya", dan tidak akan ada lagi orang
yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak
memberikan hidayat sedikitpun kepada siapa saja, akan tetapi engkau adalah
seorang utusan dan penyampai amanah dari Tuhan. Andaikata engkau memiliki
hak
dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan
segelintir orang-pun kafir di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagai hujjah
[argumentasi] Tuhan terhadap makhluq-Nya. Sementara saya adalah hanyalah
menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi

orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan
bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka
adalah
orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya.

Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman dalam QS Hud : Jikalau Rabbmu
menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka
senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118) kecuali orang-orang yang diberi

rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat
Rabbmu
(keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguh-nya Aku akan memenuhi neraka
jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. 11:119)
dilanjutkan dengan : Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang

telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian)
sebagai
sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan
Allah
itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:38)".

Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada Iblis : " Wahai Abu Murrah [Iblis],
apakah engkau masih mungkin bertaubat dan kembali kepada Allah, sementara
saya
akan menjamin-mu masuk surga".

Ia iblis menjawab :" Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan dan
Qalam-pun
telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti.
Maka
Maha Suci Tuhan, yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan Khatib
para
penduduk surga. Dia, telah memilih dan meng-khususkan dirimu. Sementara Dia
telah menjadikan saya sebagai tuan orang-orang yang celaka dan khatib para
penduduk neraka. Saya adalah makhluq celaka lagi terusir. Ini adalah akhir
dari
apa yang saya beritahukan kepadamu dan saya mengatakan yang sejujurnya".

Segala puji hanya milik Allah SWT , Tuhan Semesta Alam, awal dan akhir,
dzahir
dan bathin. Semoga shalawat dan salam sejahtera tetap selalu diberikan
kepada
seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya serta para
Utusan dan Para Nabi.

22 Jawaban Muslim Kepada 22 Soalan Pendeta.



Asalamualaikum Wr Wb


Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di
Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah
berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar,
ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan
dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan

semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di
Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampong
tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Mula
mula ia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi
permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu
bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk,
mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu, si pendeta agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin
dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari
sini." Pemuda arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Pendeta tersebut
mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergerak dari
tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari
sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemuda ini beranjak
keluar.

Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu
bahwa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat

di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun, pendeta ingin
memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan,
tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus
mengukuhkan ugamanya. Pemuda muslim itupun menerima tentangan debat
tersebut.

Pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda
harus menjawabnya dengan tepat."Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silakan!
Sang pendeta pun mulai bertanya, "

Sebutkan satu yang tiada duanya,
dua yang tiada tiganya,
tiga yang tiada empatnya,
empat yang tiada limanya,
lima yang tiada enamnya,
enam yang tiada tujuhnya,
tujuh yang tiada delapannya,
delapan yang tiada sembilannya,
sembilan yang tiada sepuluhnya,
sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
sebelas yang tiada dua belasnya,
dua belas yang tiada tiga belasnya,
tiga belas yang tiada empat belasnya.

Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
Siapakah yang tercipta dari api,
siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
Siapakah yang tercipta dari batu,
siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun,
setiap daun mempunyai 5 buah,
3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada
Allah. Setelah membaca bismalah ia berkata,
-Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah SWT berfirman, "Dan
Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)."
(Al-Isra’: 12).
-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika
Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika
menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
-Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.
-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah SWT menciptakan
makhluk.
-Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah SWT
berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu
sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang
tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
-Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman.
Allah SWT berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru
langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung ‘Arsy Rabbmu
di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi
Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik,
katak, darah, kutu dan belalang.*
-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah SWT
berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali
lipat." (Al-An’am: 160).
-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .
-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu’jizat Nabi Musa yang terdapat
dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya,
lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah

daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf
ditambah dengan ayah dan ibunya.
-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh.

Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing."
(At-Takwir: 18).
-Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
-Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara
Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami,
sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat
barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan
terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaan terhadap kamu
semua." Dan ayah mereka Ya’qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu
kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang." (Yusuf:98)
-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keledai.
Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara
keledai." (Luqman: 19).
-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam,
Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api
ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah
SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya’:
69).
-Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diadzab
dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah
Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya
wanita, sebagaimana firman Allah SWT? "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita
itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun,
setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran
matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah
Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam
hari dan Dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda muslim
tersebut. Kemudian ia pun mula hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya
dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan
ini disetujui oleh pendeta. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"
mendengar pertanyaan itu lidah pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti
keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan
kekuatirannya, namun tidak berhasil.
Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia cuba mengelak. Mereka berkata, "Anda telah
melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia
hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"
Pendeta tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapan nya, namun aku takut
kalian marah." Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda.
" Pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa
Wa Aasyhadu Anna Muhammadar Rasulullah."

Lantas pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama
Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka
dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**

__________________

“Shi Sang Chi You Mama Hau”


Alkisah, ada sepasang kekasih yang
saling mencintai. Sang pria
berasal dari keluarga kaya, dan
merupakan orang yang terpandang di kota
tersebut. Sedangkan sang wanita adalah
seorang yatim piatu, hidup serba
kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut,
dan baik hati. Kelebihan inilah
yang membuat sang pria jatuh hati.

Sang wanita hamil di luar nikah. Sang
pria lalu mengajaknya
menik ah, dengan membawa sang wanita ke
rumahnya. Seperti yang sudah mereka
duga, orang tua sang pria tidak menyukai
wanita tsb. Sebagai orang yang
terpandang di kota tsb, latar belakang
wanita tsb akan merusak reputasi
keluarga . Sebaliknya, mereka bahkan
telah mencarikan jodoh yang sepadan
untuk anaknya. Sang pria berusaha
menyakin kan orang tuanya, bahwa ia sudah
menetapkan keputusannya, apapun
resikonya bagi dia.

Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi
sang pria menyakinkan
wanit a tsb bahwa tidak ada yang bisa
memisahkan mereka. Sang pria terus
berargumen dengan orang tuanya, bahkan
membantah perkataan orangtuanya,
sesu atu yang belum pernah dilakukannya
sela ma hidupnya (di zaman dulu,
umumnya seorang anak sangat tunduk pada
orang tuanya).

Sebu lan telah berlalu, sang pria gagal
untuk membujuk orang
tuanya agar menerima calon istrinya.
Sang orang tua juga stress karena gagal
membujuk anak satu-satunya, agar
berpisah dengan wanita tsb, yang menurut
mereka akan sangat merugikan masa depannya.
Sang pria akhirnya menetapkan pilihan
untuk kawin lari. Ia
memutuskan untuk meninggalkan semuanya
demi sang kekasih. Waktu
keberangkat an pun ditetapkan, tetapi
rupanya rencana ini diketahui oleh
orang tua sang pria. Maka ketika saatnya
tiba, sang ortu mengunci anaknya di
dalam kamar dan dijaga ketat oleh para
bawahan di rumahnya yang besar.

Sebaga i gantinya, kedua orang tua datang
ke tempat yang telah
ditentukan sepasang kekasih tsb untuk
melarikan diri. Sang wanita sangat
terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu
sang pria. Mereka kemudian memohon
pengertia n dari sang wanita, agar
meninggalkan anak mereka satu-satunya.
Men urut mereka, dengan perbedaan status
sosial yang sangat besar, perkawinan
mereka hanya akan menjadi gunjingan
seluruh penduduk kota , reputasi anaknya
akan tercemar, orang2 tidak akan
menghormatin ya lagi. Akibatnya, bisnis yang
akan diwariskan kepada anak mereka akan
bangkrut secara perlahan2.

Me reka bahkan memberikan uang dalam
jumlah banyak, dengan
permohonan agar wanita tsb meninggalkan
kota ini, tidak bertemu dengan
anaknya lagi, dan menggugurkan
kand ungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk
membiayai hidupnya di tempat lain.

Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam
hati kecilnya, ia sadar
bahwa perbedaan status sosial yang
sangat jauh, akan menimbulkan banyak
kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia
setuju untuk meninggalkan kota ini,
tetapi menolak untuk menerima uang tsb.
Ia mencintai sang pria, bukan
uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar,
jalan hidupnya ke depan akan sangat
sulit?.

Ibu sang pria kembali memohon kepada
wanita tsb untuk
meninggalka n sepucuk surat kepada
mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih
berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria
kuatir anaknya akan terus mencari
kekasihny a, dan tidak mau meneruskan
usaha orang tuanya. "Walaupun ia kelak
bukan suamimu, bukankah Anda ingin
melihatnya sebagai seseorang yang
berhasil? Ini adalah untuk kebaikan
kalian berdua", kata sang ibu.

Dengan berat hati, sang wanita menulis
surat . Ia menjelaskan
bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi
meninggalka n sang pria. Ia sadar bahwa
keberadaann ya hanya akan merugikan sang
pria. Ia minta maaf karena telah
melanggar janji setia mereka berdua,
bahwa mereka akan selalu bersama dalam
menghadapi penolakan2 akibat perbedaan
status sosial mereka. Ia tidak kuat
lagi menahan penderitaan ini, dan
memutuskan untuk berpisah. Tetesan air
mata sang wanita tampak membasahi surat
tersebut.
Sang wanita yang malang tsb tampak tidak
punya pilihan lain. Ia
terjebak antara moral dan cintanya. Sang
wanita segera meninggalkan kota
itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa
yang lebih terpencil. Disana, ia
bertekad untuk melahirkan dan
membesarkan anaknya.

==== ======000000000 0======== ======

Tiga tahun telah berlalu. Ternyata
wanita tersebut telah menjadi
seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang
ibu bekerja keras siang dan malam,
untuk membiayai kehidupan mereka. Di
pagi dan siang hari, ia bekerja di
sebuah industri rumah tangga, malamnya,
ia menyuci pakaian2 tetangga dan
menyulam sesuai dengan pesanan
pelanggan . Kebanyakan ia melakukan semua
pekerjaan ini sambil menggendong anak di
punggungnya. Walaupun ia cukup
berpendidik an, ia menyadari bahwa
pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena
ia harus berada di sisi anaknya setiap
saat. Tetapi sang ibu tidak pernah
mengeluh dengan pekerjaannya?

Di usia tiga tahun, suatu saat, sang
anak tiba2 sakit keras.
Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa
ke rumah sakit setempat. Anak tsb
harus menginap di rumah sakit selama
beberapa hari. Biaya pengobatan telah
menguras habis seluruh tabungan dari
hasil kerja kerasnya selama ini, dan
itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya
juga meminjam ke sana-sini, kepada
siapapun yang bermurah hati untuk
memberikan pinjaman.

Saa t diperbolehkan pulang, sang dokter
menyaranka n untuk membuat
sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan
putran ya. Ramuan tsb terdiri dari
obat2 herbal dan daging sapi untuk
dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya
mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak
punya uang sepeserpun lagi untuk
membeli daging. Untuk meminjam lagi,
rasanya tak mungkin, karena ia telah
berutang kepada semua orang yang ia
kenal, dan belum terbayar.

Ket ika di rumah, sang ibu menangis. Ia
tidak tahu harus berbuat
apa, untuk mendapatkan daging. Toko
daging di desa tsb telah menolak
permintaa nnya, untuk bayar di akhir
bulan saat gajian.

Diant ara tangisannya, ia tiba2
mendapatkan ide. Ia mencari
alkohol yang ada di rumahnya, sebilah
pisau dapur, dan sepotong kain.
Setelah pisau dapur dibersihkan dengan
alkohol, sang ibu nekad mengambil
sekerat daging dari pahanya. Agar tidak
membangunka n anaknya yang sedang
tidur, ia mengikat mulutnya dengan
sepotong kain. Darah berhamburan. Sang
ibu tengah berjuang mengambil dagingnya
sendiri , sambil berusaha tidak
mengeluarka n suara kesakitan yang
teramat sangat?..

Huj an lebatpun turun. Lebatnya hujan
menyebabkan rintihan
kesakita n sang ibu tidak terdengar oleh
para tetangga, terutama oleh anaknya
sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh
dengan pengorbanan yang sedang
dilakukan oleh sang ibu???.

===== =====000000000 0======== ======

Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh
menjadi seorang anak
yang tampan, cerdas, dan berbudi
pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. Di
hari minggu, mereka sering pergi ke
taman di desa tersebut, bermain bersama,
dan bersama2 menyanyikan lagu "Shi Sang
Chi You Mama Hau" (terjemahannya "Di
Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik").

Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu
sekarang bekerja sebagai
penjaga toko, karena ia sudah bisa
meninggalkan anaknya di siang hari. Hari2
mereka lewatkan dengan kebersamaan,
penu h kebahagiaan. Sang anak terkadang
memaksa ibunya, agar ia bisa membantu
ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu
ibunya masih menyuci di malam hari,
karena perlu tambahan biaya untuk
sekolahnya. Ia memang seorang anak yang
cerdas.
< br>Ia juga tahu, bulan depan adalah hari
ulang tahun ibunya. Ia
berniat membelikan sebuah jam tangan,
yang sangat didambakan ibunya selama
ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah
toko, tetapi segera menolak setelah
pemilik toko menyebutkan harganya. Jam
tangan itu sederhana, tidak terlalu
mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu
mahal. Masih banyak keperluan lain
yang perlu dibiayai.

San g anak segera pergi ke toko tsb, yang
tidak jauh dari
rumahnya. Ia meminta kepada kakek
pemilik toko agar menyimpan jam tangan
tsb, karena ia akan membelinya bulan
depan. "Apakah kamu punya uang?" tanya
sang pemilik toko. "Tidak sekarang,
nanti saya akan punya", kata sang anak
dengan serius.

Terny ata, bulan depan sang anak benar2
muncul untuk membeli jam
tangan tsb. Sang kakek juga terkejut,
kiranya sang anak hanya main2. Ketika
menyerahka n uangnya, sang kakek bertanya
"Dari mana kamu mendapatkan uang
itu? Bukan mencuri kan ?". "Saya tidak
mencuri, kakek. Hari ini adalah hari
ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik
becak pulang pergi ke sekolah. Selama
sebulan ini, saya berjalan kaki saat
pulang dari sekolah ke rumah, uang
jajan dan uang becaknya saya simpan
untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi
ini semua untuk ibuku. O ya, jangan
beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan
marah" kata sang anak. Sang pemilik toko
tampak kagum pada anak tsb.

Seperti biasanya, sang ibu pulang dari
kerja di sore hari. Sang
anak segera memberikan ucapan selamat
pada ibu, dan menyerahkan jam tangan
tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru,
ia bangga dengan anaknya. Jam tangan
ini memang adalah impiannya. Tetapi sang
ibu tiba2 tersadar, dari mana uang
untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup
mulut, tidak mau menjawab.

"Ap akah kamu mencuri, Nak?" Sang anak
diam seribu bahasa, ia
tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia
mengumpulkan uang tersebut. Setelah
ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu
menyimpulkan bahwa anaknya telah
mencuri. "Walaupun kita miskin, kita
tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah
mengajari kamu tentang hal ini?" kata
sang ibu.

Lalu ibu mengambil rotan dan mulai
memukul anaknya. Biarpun ibu
sayang pada anaknya, ia harus mendidik
anaknya sejak kecil. Sang anak
menangis, sedangkan air mata sang ibu
mengalir keluar. Hatinya begitu perih,
karena ia sedang memukul belahan
hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi
kebaikan anaknya.

Suar a tangisan sang anak terdengar
keluar. Para tetangga menuju
ke rumah tsb heran, dan kemudian
prihatin setelah mengetahui kejadiannya.
"Ia sebenarnya anak yang baik", kata
salah satu tetangganya. Kebetulan
sekali, sang pemilik toko sedang
berkunjung ke rumah salah satu tetangganya
yang merupakan familinya.

Ke tika ia keluar melihat ke rumah itu,
ia segera mengenal anak
itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia
segera menghampiri ibu itu untuk
menjelaskan . Tetapi tiba2 sang anak
berlari ke arah pemilik toko, memohon
agar jangan menceritakan yang sebenarnya
pada ibunya.

"Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak
boleh berbohong, dan
tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari
ibunya". Sang anak mengikuti nasehat
kakek itu. Maka kakek itu mulai
menceritaka n bagaimana sang anak tiba2
muncul di tokonya sebulan yang lalu,
memintanya untuk menyimpan jam tangan
tsb, dan sebulan kemudian akan
membelinya. Anak itu muncul siang tadi di
tokonya, katanya hari ini adalah hari
ulang tahun ibunya. Ia juga
menceritakan bagaimana sang anak
berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke
rumah dan tidak jajan di sekolah selama
sebulan ini, untuk mengumpulkan uang
membeli jam tangan kesukaan ibunya.

Tampa k sang kakek meneteskan air mata
saat selesai menjelaskan
hal tsb, begitu pula dengan tetangganya.
Sang ibu segera memeluk anak
kesayanganny a, keduanya menangis dengan
tersedu-se du? ."Maafkan saya, Nak."
"Tidak Bu, saya yang bersalah"???..

===========000 = ========= =======

Semen tara itu, ternyata ayah dari sang
anak sudah menikah,
tetapi istrinya mandul. Mereka tidak
punya anak. Sang ortu sangat sedih akan
hal ini, karena tidak akan ada yang
mewarisi usaha mereka kelak.

Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke
kota , dalam sebuah
kesempatan , mereka bertemu dengan sang
ayah dan istrinya. Sang ayah baru
menyadari bahwa sebenarnya ia sudah
punya anak dari darah dagingnya sendiri.
Ia mengajak mereka berkunjung ke
rumahnya, bersedia menanggung semua biaya
hidup mereka, tetapi sang ibu menolak.
Kami bisa hidup dengan baik tanpa
bantuanmu.< br>
Berita ini segera diketahui oleh orang
tua sang pria. Mereka
begitu ingin melihat cucunya, tetapi
sang ibu tidak mau mengizinkan.

===========000= ========= ========

Di pertengahan tahun, penyakit sang anak
kembali kambuh. Dokter
mengatakan bahwa penyakit sang anak
butuh operasi dan perawatan yang
konsisten. Kalau kambuh lagi, akan
membahayakan jiwanya.

Keua ngan sang ibu sudah agak membaik,
dibandin gkan sebelumnya.
Tetap i biaya medis tidaklah murah, ia
tidak sanggup membiayainya.

Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi
ia tidak menemukan
solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar
adalah menyerahkan anaknya kepada
sang ayah, karena sang ayahlah yang
mampu membiayai perawatannya.

Maka di hari Minggu ini, sang ibu
kembali mengajak anaknya
berkelili ng kota , bermain2 di taman
kesukaan mereka. Mereka gembira sekali,
menyanyik an lagu "Shi Sang Chi You Mama
Hau", lagu kesayangan mereka. Untuk
sejenak, sang ibu melupakan semua
penderitaan nya, ia hanyut dalam
kegembiraan bersama sang anak.

Sepulan g ke rumah, ibu menjelaskan
keada annya pada sang anak.
Sang anak menolak untuk tinggal bersama
ayahnya, karena ia hanya ingin
dengan ibu. "Tetapi ibu tidak mampu
membiayai perawatan kamu, Nak" kata ibu.
"Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu
dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa
bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar
nanti, saya akan cari banyak uang
untuk biaya perawatan saya dan untuk
ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja
lagi, Bu", kata sang anak. Tetapi ibu
memaksa akan berkunjung ke rumah sang
ayah keesokan harinya. Penyakitnya
meman g bisa kambuh setiap saat.

Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan
neneknya. Keduanya
sangat senang melihat anak imut
tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang
anak meronta2 ingin ikut pulang dengan
ibunya. Walaupun diberikan mainan
kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia
peroleh saat bersama ibunya, sang
anak menolak. "Saya ingin Ibu, saya
tidak mau mainan itu", teriak sang anak
dengan nada yang polos. Dengan hati
sedih dan menangis, sang ibu berkata
"Nak, kamu harus dengar nasehat ibu.
Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan
nenek akan bermain bersamamu." "Tidak,
aku tidak mau mereka. Saya hanya mau
ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga
sayang saya? Ibu sekarang tidak mau
saya lagi", sang anak mulai menangis.
Bujukan demi bujukan ibunya untuk
tinggal di rumah besar tsb
tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang
anak menangis tersedu2 "Kalau ibu
sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu".
Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa
dengan mengatakan "Benar, ibu tidak
sayang kamu lagi. Tinggallah disini",
ibunya segera lari keluar meninggalkan
ruma h tsb. Tampak anaknya meronta2
dengan ledakan tangis yang memilukan.

Di rumah, sang ibu kembali meratapi
nasibnya . Tangisannya begitu
menyayat hati, ia telah berpisah dengan
anaknya. Ia tidak diperbolehkan
men jenguk anaknya, tetapi mereka
berjanji akan merawat anaknya dengan baik.
Diantara isak tangisnya, ia tidak
menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah
kehilangan satu2nya alasan untuk hidup,
anaknya tercinta.

Kem udian ibu yang malang itu mengambil
pisau dapur untuk
memotong urat nadinya. Tetapi saat akan
dilakukan, ia sadar bahwa anaknya
mungkin tidak akan diperlakukan dengan
baik. Tidak, ia harus hidup untuk
mengetahui bahwa anaknya diperlakukan
deng an baik. Segera, niat bunuh diri
itu dibatalkan, demi anaknya juga??..

==== ======== 000====== ===

Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah
ke tempat lain,
mendapatkan kerja yang lebih baik lagi.
Sang anak telah sehat, walaupun
tetap menjalani perawatan medis secara
rutin setiap bulan.

Sepert i biasa, sang anak ingat akan hari
ulang tahun ibunya.
Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah,
tanpa perlu bersusah payah
mengumpulka nnya. Maka, pada hari tsb,
sepulang dari sekolah, ia tidak pulang
ke rumah, ia segera naik bus menuju ke
desa tempat tinggal ibunya, yang
memakan waktu beberapa jam. Sang anak
telah mempersiapkan setangkai bunga,
sepucuk surat yang menyatakan ia setiap
hari merindukan ibu, sebuah kartu
ucapan selamat ulang tahun, dan nilai
ujian yang sangat bagus. Ia akan
memberikan semuanya untuk ibu.

Sang anak berlari riang gembira melewati
gang-gan g kecil menuju
rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah,
ia mendapati rumah ini telah
kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah
pindah, dan tidak ada yang tahu
kemana ibunya pergi. Sang anak tidak
tahu harus berbuat apa, ia duduk di
depan rumah tsb, menangis "Ibu benar2
tidak menginginkan saya lagi."

Sement ara itu, keluarga sang ayah begitu
cemas, ketika sang anak sudah
terlambat pulang ke rumah selama lebih
dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan
semuan ya sudah pulang. Semua tempat
sudah dicari, tetapi tidak ada kabar.
Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya,
yang juga sangat terkejut. Polisi
pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.

Ketik a sang ibu sedang berpikir keras,
tiba2 ia teringat sesuatu. Hari ini
adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu
sibuk sampai melupakannya. Anaknya
mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah
dan sang ibu segera naik mobil
menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka
hanya menemukan kartu ulang tahun,
setangkai bunga, nilai ujian yang bagus,
dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu
tidak mampu menahan tangisannya, saat
membaca tulisan2 imut anaknya dalam
surat itu.

Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari
di sekitar desa tsb, tanpa
mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu
semakin resah. Kemudian sang ibu
membakar dupa, berlutut di hadapan altar
Dewi Kuan Im, sambil menangis ia
memohon agar bisa menemukan anaknya.

Sepe rti mendapat petunjuk, sang ibu
tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya pernah
pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa
tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa bila
kamu memerlukan pertolongan, mohonlah
kepada Dewi Kuan Im yang welas asih.
Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika
niat kamu baik. Ibunya
memprediks ikan bahwa anaknya mungkin
pergi ke kuil tsb untuk memohon agar
bisa bertemu dengan dirinya.

Bena r saja, ternyata sang anak berada di
sana . Tetapi ia
pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang
ayah segera menggendong anaknya untuk
dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni
tangga kuil, sang ibu terjatuh dari
tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah????..

= =========== 000====== ========

Sepu luh tahun sudah berlalu. Kini sang
anak sudah memasuki
bangku kuliah. Ia sering beradu mulut
dengan ayah, mengenai persoalan
ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya
tidak pernah ditemukan. Sang anak
telah banyak menghabiskan uang untuk
mencari ibunya kemana2, tetapi hasilnya
nihil.
Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah,
sang anak berjalan bersama dengan
teman wanitanya. Mereka tampak serasi.
Saat melaju dengan mobil, di
persimpangan sebuah jalan, ia melihat
seorang wanita tua yang sedang
mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan
tampak memakai tongkat. Ia tidak
pernah melihat wanita itu sebelumnya.
Wajah nya kumal, dan ia tampak
berkomat-k amit.

Di dorong rasa ingin tahu, ia
menghentikan mobilnya, dan turun bersama
pacar
untuk menghampiri pengemis tua itu.
Ternyata sang pengemis tua sambil
mengacungk an kaleng kosong untuk minta
sedekah, ia berucap dengan lemah
"Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat
anakku?"< br>
Sang anak merasa mengenal wanita tua
itu. Tanpa disadari, ia segera
menyanyika n lagu "Shi Sang Ci You Mama
Hau" dengan suara perlahan, tak
disangka sang pengemis tua ikut
menyanyikann ya dengan suara lemah. Mereka
berdua menyanyi bersama. Ia segera
mengenal suara ibunya yang selalu
menyanyika n lagu tsb saat ia kecil, sang
anak segera memeluk pengemis tua
itu dan berteriak dengan haru "Ibu? Ini
saya ibu".

Sang pengemis tua itu terkejut, ia
meraba2 muka sang anak, lalu bertanya,
"Apakah kamu ??..(nama anak itu)?"
"Benar bu, saya adalah anak ibu?".
Keduanya pun berpelukan dengan erat, air
mata keduanya berbaur membasahi
bumi??? .
Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang
terbentur kepalanya
menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap
hari selama sepuluh tahun terus
mencari anaknya, tanpa peduli dengan
keadaaan dirinya. Sebagian orang
menganggapn ya sebagai orang gila?.

====== ====== 000====== =======

D alam kondisi kritis, Ibu kita akan
melakukan apa saja demi kita. Ibu bahkan
rela mengorbankan nyawanya?..

S imaklah penggalan doa keputusasaan
beri kut ini, di saat Ibu masih muda,
ataupun disaat Ibu sudah tua :

1. Anakku masih kecil, masa depannya
masih panjang. Oh Tuhan, ambillah
aku sebagai gantinya.
2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku
sebagai gantinya.

Dia ntara orang2 disekeliling Anda, yang
Anda kenal, Saudara/I kandung Anda,
diantara lebih dari 6 Milyar manusia,
siapakah yang rela mengorbankan
nyaw anya untuk Anda, kapan pun, dimana
pun, dengan cara apapun ?

Tidak diragukan lagi
"Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia
di dunia ini"

++++++++ ++++ +++++++++ +

Ingin bergabung dalam sebuah MISI MULIA
? Ada 2 tindakan yang dapat Anda
lakukan :

1. Bila Anda beruntung (Ibu Anda masih
ada di dunia ini),
ajaklah ia untuk keluar makan atau
jalan2 MALAM INI JUGA. Jangan ditunda2.
Bila Ibu Anda tinggal di tempat yang
terpisah jauh dengan Anda, telponlah
dia malam ini juga, just to say "hello".
Catatlah hari ulang tahunnya,
rayakan , dan bahagiakanlah dia semampu
Anda. Hidangkan makanan favoritnya,
dst.< br>
2. Kirimkan kisah film ini kepada
saudara/i Anda, teman2
Anda, maupun rekan2 kerja Anda (minimal
5, kalau 100 org lbh baik lagi J).
Bagi sebagian dari mereka, kisah ini
mungkin akan seperti setetes embun yang
menyegarkan jiwa mereka, yang terkadang
terlalu sibuk dengan aktivitasnya
send iri. Anda sungguh berjasa dalam hal
ini??

Orang bodoh vs Orang pinter ???


1. Orang bodoh sulit dapat kerja,
akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya
berhasil, tentu dia harus rekrut orang
Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar
adalah orang bodoh.

2. Orang bodoh sering melakukan
kesalahan, maka dia rekrut orang pintar
yang tidak pernah salah untuk
memperbaiki yang salah. Walhasil orang
bodoh memerintahkan orang pintar untuk
keperluan orang bodoh.

3. Orang pintar belajar untuk
mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir
secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang
pintar.

4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks
pidato, maka disuruh orang pintar untuk
membuatnya.

5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk
lulus sekolah hukum (SH). oleh karena
itu orang bodoh memerintahkan orang
pintar untuk membuat undang-undangnya
orang bodoh.

6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap
jual omongan, sementara itu orang pintar
percaya. Tapi selanjutnya orang pintar
menyesal karena telah mempercayai orang
bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh
sudah ada di atas.

7. Orang bodoh berpikir pendek untuk
memutuskan sesuatu di dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar,
walhasil orang orang pintar menjadi
staffnya orang bodoh.

8. Saat bisnis orang bodoh mengalami
kelesuan, dia PHK orang-orang pintar
yang berkerja. Tapi orang-orang pintar
DEMO, Walhasil orang-orang pintar
"meratap-ratap" kepada orang bodoh agar
tetap di berikan pekerjaan.

9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju,
orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang,
sementara orang bodoh menghabiskan waktu
untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

10. Mata orang bodoh selalu mencari apa
yang bisa di jadikan duit. Mata orang
pintar selalu mencari kolom lowongan
perkerjaan.

11. Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri
(Ford), Thomas Alfa Edison, Liem Siu
Liong (BCA group) adalah orang-orang
Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk
mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga
orang pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN:
1. Mending jadi orang pinter atau orang
bodoh?
2. Pinteran mana antara orang pinter
atau orang bodoh?
3. Mulia mana antara orang pinter atau
orang bodoh?
4. Susah mana antara orang pinter atau
orang bodoh?

KESIMPULAN:
1. Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya
telah dibodohi oleh orang bodoh.
2. Jadilah Orang bodoh yang pinter dari
pada jadi orang pinter yang bodoh.
3. Kata kunci nya adalah "resiko" dan
"berusaha", karena orang bodoh perpikir
pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko
betul-betul kecil. Orang pinter perpikir
panjang maka dia bilang resikonya besar
untuk selanjutnya dia tidak akan
berusaha mengambil resiko tersebut. Dan
mengabdi pada orang bodoh.

Ada skenario yg paling pas


Jika
kita merasa sebagai orang yang dituakan, atau bahkan yang diidolakan,
jangan sampai terlena. Apa sebab? Belum tentu kita akan menjumpai akhir
yang baik ketika menutup mata untuk selama-lamanya.

Jangan pernah
sekali-kali berprasangka buruk pada Tuhan. Penyesalan dan kesesakan
hati akan menghimpit di sisa-sisa usia kita. Jadilah orang yang pandai
bersyukur. Toh, andaikan semua nikmat yang telah kita rasakan ini
di-minus dengan musibah yang kita alami hasilnya masih saja positif.
Ya, positif tak hingga.
Dan kini, ketika kita ‘dipaksa’ untuk
berada jauh dari sanak kerabat, ketika dihadapkan pada hamparan
pedesaan sehingga menjadi keseharian kita, ketika semuanya terasa
memojokkan kita, maka bersabarlah. Yakinlah, semua yang kita jalani
hanyalah sebuah skenario improvisasi. Itulah skenario yang paling pas
buat kita. Bagaimanapun alurnya, telah ada penanggung jawabnya:
sutradara. Ikuti saja aturan mainnya. Percayalah, sutradara biasanya
sering membolak-balikkan kondisi.
Masih ingat waktu kita kecil? Slogan yang selalu tertanam dalam benak kita adalah bahwa Jagoan menangnya di akhir.
So, jika kita merasa jagoan, kemenangan kita telah ditentukan. Tapi bukan sekarang. Sabar ya. Yuk kita songsong bersama..


Pesan Dari Seorang Teman

Seseorang yang mencintai kamu…

Tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu…

Dia hanya tau, dimata dia,kamulah satu satunya…

Seseorang yang mencintai
kamu…

Sebenarnya selalu membuatmu marah /gila/jengkel / stres…

Tapi ia tidak pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia lakukan…

Karna semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu.

Seseorang yang mencintai kamu…

Jarang memujimu, tetapi di dalam hatinya kamu adalah yg terbaik…

Hanya ia yang tau…

Seseorang yang mencintai kamu…

Akan marah-marah atau mengeluh jika…

Kamu tidak membalas pesannya atau telpnya…

Karna ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi ke kamu…

Seseorang yang mencintai kamu…

Hanya menjatuhkan airmatanya dihadapanmu…

Ketika kamu mencoba untuk menghapus airmatanya…

Kamu telah menyentuh hatinya…

Dimana hatinya selalu berdegup / berdenyut /bergetar untuk kamu…

Seseorang yang mencintai kamu…

Akan mengingat setiap kata yg kamu ucapkan…

Bahkan yang tidak sengaja dan ia akan selalu…

Menggunakan kata2 itu tepat waktunya…

Seseorang yang mencintai kamu…

Tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah…

karna ia tidak mau mengingkari janjinya…

Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin…

memberikan hidup yang paling bahagia dan aman selama lamanya.

Seseorang yang mencintai kamu…

Mungkin tidak bisa mengingat kejadian /kesempatan istimewa…

Seperti perayaan hari ulang tahunmu…

Tapi ia tau bahwa setiap detik yang ia lalui…

Ia mencintai kamu, tidak peduli hari apakah hari ini…

Seseorang yang mencintai kamu…

Tidak mau berkata aku mencintaimu dengan mudah…

Karna segalanya yang ia lakukan untuk kamu adalah…

Untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintaimu…

Tetapi hanya ia yang akan mengatakan kata I Love You pada situasi
yang spesial…

Karna ia tidak mau kamu salah mengerti…

Dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai dirimu…

Seseorang yang benar2 mencintai kamu…

Akan merasa bhw sesuatu harus dikatakan sekali saja…

Karna ia berpikir bahwa kamu telah mengerti dirinya…

Jika berkata terlalu banyak…

Ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia /
tersenyum…

Seseorang yang mencintai kamu…

Akan pergi ke airport untuk menjemputkamu…

Dia tidak akan membawa seikat mawar…

Dan memanggilmu sayang seperti yang kamu harapkan.

Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan…

Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari??

Dengan hatinya yang tulus…

Seseorang yg mencintai kamu…

Tidak tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah…

Tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah beberapa jam…

Jika kamu menanyakan : mengapa ia telat menelepon…??

Ia akan berkata : Ketika kamu marah penjelasan dari dirinya semua
hanyalah sampah.

Tetapi,ketika kamu sudah tenang…

Penjelasannya baru akan benar-benar menyejukan hati.

Seseorang yang mencintaimu…

Akan selalu menyimpan semua benda yang telah kamu berikan…

bahkan kertas kecil bertuliskan ‘I LOVE U ‘ ada di dalam
dompetnya…

Seseorang yg mencintaimu…

jarang mengatakan kata-kata manis…

Tapi kamu tau, ‘kecupannya’ sudah menyalurkan semua……

Seseorang yang mencintai kamu…

Akan selalu berusaha membuatmu tersenyum…

Dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu…

Seseorang yang mencintai kamu…

Akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan
setulus hati…

Agar tidak terluka lagi…

Dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya
sendiri…

Seseorang yang mencintaimu…

Akan rela melepaskanmu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia…

Dan ia akan ikut bahagia walau kamu yang dicintainya bahagia bersama
orang lain


Pesan Dari Seorang Teman

1. KETIKA
AKAN MENIKAH

Janganlah
mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami,
tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA
MELAMAR

Anda bukan
sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada TUHAN melalui
orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA
AKAD NIKAH

Anda berdua
bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan TUHAN

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN

Catat dan hitung semua tamu yang dating untuk mendoakan
anda, karena anda harus
berpikir
untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk
BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka.

5. SEJAK
MALAM PERTAMA

Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak
manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA
MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA

Sadarilah
bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga
semak belukar yg penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG

Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru
semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.

Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA
TELAH MEMIKI ANAK.

Jangan bagi
cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau
suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA
EKONOMI KELUARGA BELUM

MEMBAIK

Yakinlah
bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan
suami dan isteri

11.KETIKA
EKONOMI MEMBAIK

Jangan lupa
akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

12.KETIKA
ANDA ADALAH SUAMI

Boleh
bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara
bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

13.KETIKA
ANDA ADALAH ISTERI

Tetaplah
berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan
semua pekerjaan.

14. KETIKA
MENDIDIK ANAK

Jangan
pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah
marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur
kepada anak ..

15.KETIKA
ANAK BERMASALAH

Yakinilah
bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua,
yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA
ADA PIL.

Jangan
diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17.KETIKA
ADA WIL

Jangan dituruti,
cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.KETIKA
MEMILIH POTRET KELUARGA

Pilihlah
potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret
keluarga bahagia.

19.KETIKA
INGIN LANGGENG DAN HARMONIS

Gunakanlah
formula 7 K

1 Ketakwaan

2 Kasih
sayang

3 Kesetiaan

4
Komunikasi dialogis

5
Keterbukaan

6 Kejujuran

7 Kesabaran


Dear all
sedikit berbagi motivasi semoga sukses dalam kehidupan.
BaCa atAu anDa akAN menYesALiNyA
Jika kamu memancing ikan….
Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah
kamu mengambil ikan itu……….
Janganlah sesekali kamu melepaskannya
kembali ke dalam air begitu saja….
Karena ia akan sakit oleh karena
ketajaman
mata kailmu dan mungkin ia akan menderita
selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak
pengharapan kepada seseorang…
Setelah ia mulai menyayangimu, hendaklah
kamu menjaga hatinya….
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya
begitu saja…………….
Karena dia akan terluka oleh kenangan
bersamamu dan mungkin tidak akan dapat
melupakan segalanya selagi dia mengingatmu…

Jika kamu menadah air, biarlah mendapat
sedapatnya, jangan terlalu mengharap pada
kedalaman lengkungannya dan janganlah
menganggap wadah itu begitu kokoh….
cukuplah menadah sesuai kebutuhanmu. …
Apabila wadah itu sekali retak….
tentu sukar bagi kamu untuk menambalnya
kembali menjadi seperti semula….
Akhirnya kamu akan membuangnya. …
Sedangkan jika kamu mencoba
memperbaikinya. ..
mungkin kamu masih dapat
mempergunakannya lagi….

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang,
terimalah seadanya….
Janganlah kamu
terlalu mengaguminya dan
janganlah kamu menganggapnya begitu
istimewa….
Anggaplah dia manusia biasa….
Bila tidak, apabila sekali dia melakukan
kesilapan, tidak mudah bagi kamu untuk
menerimanya. …
akhirnya kamu akan kecewa dan
meninggalkannya. Sedangkan jika kamu
memaafkannya, boleh jadi hubungan kamu
akan terus hingga ke akhir hayat….

Jika kamu telah memiliki sepiring nasi…
punyamu pastilah yang terbaik untuk dirimu.
Mengenyangkan dan berkhasiat.
Mengapa kamu lengah, mencoba
mencari
makanan yang lain..
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh
memakannya.
Dan kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan
seorang kekasih…..
kekasihmu itu pasti membawa kebaikan
kepada dirimu.
Menyayangimu dan mengasihimu. ..
Mengapa kamu berlengah, mencoba
membandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia
menjadi milik orang
lain
Dan kamu juga yang akan menyesal

Muhammad Menurut Pandangan Kitab Agama Lain


Ada anggapan di sebagian non-Muslim bahwa Muhammad saw hanyalah seorang nabi
yang diutus untuk bangsa Arab saja. Sebagaimana Yesus (Isa as) yang diutus
untuk Bani Israil, maka demikian juga Nabi Muhammad diutus hanya untuk bangsa
Arab. Pendapat lainnya menilai bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi melainkan
orang yang melangkah di jalan kenabian. Pandangan ini diyakini oleh Timothy
dari Gereja Nestorian, seperti yang diungkapkan Alwi Shahab dalam pengantar
buku Muhammad & Isa (Mizan: 1999). Timothy menyebutnya sebagai seorang yang
berjalan di tapak para nabi—walau tidak secara khusus mengakui Muhammad saw
sebagai nabi.

Dalam satu sisi anggapan ini tentu baik. Sebab, kita sadar bahwa jika seorang
pemeluk Kristen mengakui Muhammad sebagai nabi yang diutus untuk segenap
manusia, niscaya pengakuan semacam ini akan merontokkan fondasi keyakinan
Kristen yang dianutnya. Belakangan muncul kajian-kajian atas tradisi agama lain
seperti Kristen, Hindu dan Budha yang banyak mengungkapkan nubuat-nubuat
seputar kelahiran dan kemunculan Nabi saw berikut karakter pribadinya.
Umpamanya, melalui telaah mendalam atas Yesaya 42 dari tradisi Kristen
didapatkan bahwa sosok yang diceritakan dalam pasal itu mengisyaratkan kepada
Nabi Muhammad saw. Demikian pula dalam tradisi Hindu dan Budha. Dijumpai dalam
kitab-kitab mereka akan adanya utusan akhir zaman yang akan menyelamatkan
manusia. Secara sepintas di bawah ini akan disajikan—meski selintas—nubuat dari
tiga tradisi itu.

Tradisi Kristen

Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku
berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum
kepada bangsa-bangsa. (Yesaya 42: 1) Dalam ayat ini, jika kita menganggap
“orang pilihan-Ku” sebagai kata benda maka pilihan-Ku = pilihan Tuhan =
Mushthafa (dalam bahasa Arab), yakni nama nabi kita Muhammad saw. Semua nabi
setelah Ya’qub as yang disebutkan dalam Injil diutus untuk bangsa Israel bukan
semua bangsa. Ini termasuk Yesus (Isa) (lihat Matius15: 21-26, Matius 10: 5-6
dan banyak lagi). Adapun Isa as tidak cukup lama tinggal di bumi untuk
melakukan misinya. Namun Muhammad saw diutus untuk semua bangsa dan membawa
pesan dan keputusan kepada bangsa-bangsa. Selanjutnya dalam Yesaya 42: 2
dikatakan: “Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau
memperdengarkan suaranya di jalan.” Kata “tidak menangis” diartikan sebagai
“tidak mengeluh terhadap tugas yang Aku embankan kepadanya”. Sekarang jika Anda
membaca Injil Matius 26: 39-42, kita tidak bisa mengatakan bahwa Isa as tidak
pernah mengeluh. Artinya, ayat ini tidak cocok diterapkan kepada Isa as. Namun
jika Anda membaca sejarah kehidupan Muhammad saw, kita tidak bisa mendapatkan
bahkan satu kalimat keluhan yang keluar dari lisan suci Nabi Muhammad saw
tentang misi yang dipikulkan oleh Allah Yang Mahakuasa. “Ia sendiri tidak akan
menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di
bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.” (Yesaya 42: 4). Sejarah
menceritakan kepada kita bahwa Yesus (Isa as) tidak sampai merampungkan misinya
yang telah berlangsung selama tiga tahun. Pembaca bisa menemukan hal ini di
banyak tempat dalam Perjanjian Baru. Ia pun tidak bisa menegakkan hukum di muka
bumi, karena pengikutnya sedikit dan mereka punya sedikit iman (ini pun bisa
ditemukan di banyak tempat dalam Perjanjian Baru). Dan mereka “meninggalkannya
dan kabur” ketika tentara Romawi menahan Yesus. Ia sendiri berkata,
“Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku
telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi
Kerajaan-Ku bukan dari sini.” (Yohanes 18: 36).

Sebaliknya, misi Muham-mad saw berhasil dengan tegaknya sebuah negara dan
mengatur dengan hukum yang diberikan oleh Allah. Karena itu, ia menegakkan
hukum di muka bumi, di bumi Madinah al-Munawarrah. Dalam frase tersebut
disebutkan bahwa Tuhan menyebutkan “hukum-nya” dan ayat 9 menyebutkan
“Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan”. Ini artinya ia
(nabi baru) akan membawa hukum baru. Tapi jika kita baca Injil, kita lihat
bahwa Yesus berkata dalam Matius 5:17: “Janganlah kamu menyangka bahwa Aku
datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan
untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Jika kita baca lebih jauh,
kita paham bahwa Yesus tidak datang dengan hukum baru. Sementara Muhammad saw
datang dengan hukum baru.

Kejelasan akan datangnya Muhammad saw lebih terbaca lagi dalam Yesaya 42: 8
yang berbunyi: Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan
kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. Melihat
konteks sejarahnya, kita lihat bahwa perkataan Tuhan ditujukan kepada Muhammad
saw dan bukan Isa as.

Alasannya, Isa as datang untuk bangsa Israel dan mereka tidak menyembah
berhala. Adapun Muhammad saw datang kepada kaum Arab yang menyembah berhala
pada masa Jahiliah. Seterusnya, Nabi Muhammad saw menghancurkan berhala. Jika
kita membaca Yesaya 42: 17, hal itu akan dipahami lebih jelas. “Baiklah mereka
memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di
pulau-pulau.” (Yesaya 42: 12). Ayat ini mengacu kepada lafaz azan sebagai
panggilan shalat. Makna azan mengandung puji-pujian kepada TUHAN. Ayat ini
secara implisit merujuk kepada kandungan azan Islam yang memuat nama Allah dan
Nabi Muhammad saw. Sebagaimana terlihat, azan bergaung di mana-mana menyerukan
nama Allah dan Rasul-Nya yang tiada keturunan Ibrahim as dari jalur Ismail as.
Nabi Isa as sendiri keturunan Ishak (Rujuk Kejadian 25: 13-16) Jelaslah, ayat
ini (ayat 11) tidak sedang membincangkan Isa as melainkan Muhammad saw.

Jika Anda melihat ritual Muslim (khususnya haji), Anda akan melihat kota-kota
tersebut (Makkah dan Madinah) menyaringkan suara mereka (azan) dan orang-orang
menyeru dan memuji Allah dari puncak gunung, khususnya Bukit Arafah. Tentang
azan sendiri, Anda bisa melihat bahwa di setiap negeri Muslim, orang-orang
diseru untuk shalat melalui panggilan azan yang mirip nyanyian. Bahkan jauh
dari kota, Anda bisa mendengar azan ini. Makna azan itu sendiri adalah: Allah
Mahabesar, Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, Aku bersaksi Muhammad adalah
utusan Allah, Dan seterusnya.

Tradisi Budha

Dalam tradisi Budha, pemimpinnya sendiri Sidharta Gautama telah meramalkan
kedatangan seorang manusia yang diberi wahyu. Dalam Doktrin Budha (The Gospel
of Buddha) oleh Caras (hal.217-8) tercantum bahwa Budha agung yang akan datang
ke dunia ini dikenal sebagai “Maitreya”. Cakkavatti-Sihanada Suttana memberinya
nama “Meteyya”. Kedua kata ini bermakna “pemberi rahmat”. Dengan merujuk kepada
sejarah kehidupan Muhammad saw, kentara sekali beliau adalah orang sangat
penyayang dan al-Quran juga menyebut-nyebut fakta ini.

Ada sejumlah kesamaan lebih jauh, seperti yang terbaca dalam kitab suci kaum
Budha: “Para pengikutnya (Maitreya) berjumlah ribuan orang, sementara jumlah
pengikutku ratusan orang.” Faktanya, pengikut Nabi Muhammad saw berjumlah
ribuan orang (sekarang tentunya jutaan). Ada sejumlah kesamaan lain yang akan
diuraikan di bawah.

Dalam Doktrin Budha (oleh Caras, hal.214), seorang Budha yang tercerahkan itu
dilukiskan sebagai memiliki kulit yang amat terang dan bahwa seorang Budha
memperoleh “pandangan yang luhur di malam hari”. Dalam kenyataan sejarah, Nabi
saw acap melakukan shalat malam (tahajjud) sebagai pantulan cintanya yang
mendalam kepada Sang Pencipta. Selama hayatnya, Nabi saw tidak pernah
meninggalkan shalat malam. Buahnya, beliau mendapatkan pandangan yang tajam
untuk merekonstruksi peradaban baru manusia, peradaban Islam.

Dalam Si-Yu-Ki, jilid 1, hal.229, tertulis bahwa “…tak satu kata pun yang mampu
menguraikan kemuliaan pribadi Maitreya.” Pembaca bisa merujuk sejarah Islam
secara detail. Baik Muslim maupun non-Muslim sepakat dalam menegaskan bahwa
Muhammad saw sangatlah rupawan dan menarik baik dari sisi lahiriah maupun
batiniah. Ketegasan dan kelembutan pribadi beliau memanifestasikan sifat-sifat
Tuhannya. Inilah yang menyulitkan pemaparan kemulian pribadi Nabi saw.. Dalam
kitab dan jilid yang sama, tercantum “…suara indah dari Bodhisatwa (Maitreya)
begitu lembut, merdu, sekaligus santun. Mereka yang mendengar tidak pernah
merasa bosan dan puas.” Nabi saw yang lahir dari kalangan Arab tentunya paham
benar akan bahasa Arab. Dan, bahasa Arab yang digunakan al-Quran luar biasa
indahnya. Karena itu, al-Quran Suci sendiri dinilai sebagai suatu karya
kesusastraan khusus dengan bobot tertinggi yang memberikan manfaat kepada kawan
dan lawan. Kelembutan Nabi saw dan keindahan bahasa al-Quran menjadikan setiap
perkataan Nabi saw tidak pernah dikenai rasa bosan dan letih untuk disimak.

Seorang Budha mestilah seorang manusia—bukan dewa. Sang Budha tersebut mesti
memiliki lima karunia khusus, yakni karunia harta kekayaan, karunia anak,
karunia istri, karunia kekuasaan (yakni kepemimpinan), dan karunia kehidupan
dan pengikut. Sebagai tambahan, Budha tersebut tidak punya guru, yakni tanpa
menempuh suatu jenjang pendidikan formal. Gautama juga menekankan bahwa Budha
itu seorang yang bersahaja yang mengatakan keselamatan itu hanya tergantung
pada amal perbuatan individu.

Ciri-ciri di atas jelas senapas dengan kehidupan Nabi Muhammad saw. Kita
saksikan bahwa Nabi saw seorang yang memiliki lima hal tadi. Nabi saw memiliki
keturunan yang banyak sampai sekarang. Di antaranya ada yang menjadi para
pemimpin (imam) bagi kaum Muslim. (Tentang keturunan yang banyak ini, baca
Kejadian 12: 2, 3, 7 dan Kejadian 16: 9-11, sewaktu membahas perjanjian antara
Nabi Ibrahim (Kristiani; Abraham) dan Tuhan. Akhirnya, Nabi saw sendiri tidak
pernah belajar sama sekali dari seorang guru pun. Ilmu yang beliau dapatkan
murni dari Allah sebagai buah perenungannya akan kenya-taan semesta ditambah
kesucian jiwanya.

Tradisi Hindu

Sebagaimana dalam dua tradisi agama di atas, dalam kitab suci Hindu pun ditemukan
hal yang sama mengenai ciri-ciri yang mengarah kepada Nabi saw. Seorang
profesor Hindu terkenal, Vedaprakash Upadhyay, dalam bukunya yang menarik
mengklaim bahwa deskripsi “Avatar” yang terdapat pada kitab suci agama Hindu
sejalan dengan pribadi Nabi Muhammad saw.

Baru-baru ini sebuah buku yang menyingkap fakta tersebut telah diterbitkan.
Buku itu menjadi topik diskusi dan perbincangan di seluruh negeri. Penulis buku
itu seorang Muslim. Ia mungkin telah ditahan atau dibunuh. Boleh jadi semua
salinan buku itu telah dihilangkan. Buku itu bertajuk “Kalki Avatar”. Pundit
Vedaprakash Upadhyay adalah seorang Hindu Brahmana dari Bengali. Sarjana
peneliti di Universitas Allahabad—setelah bertahun-tahun melakukan
riset—akhirnya menerbitkan bukunya.

Keterangan dari Pundit Vaid Parkash telah disiarkan di BICNews pada 8 Desember
1997 yang diterjemahkan oleh Mir Abdul Majeed. Sebelumnya, pernah dimuat di The
Message, edisi Oktober 1997. Tidak kurang 8 pundit besar mendukung dan merestui
butir-butir argumennya sebagai yang otentik. Menurut kepercayaan Hindu, dunia
Hindu tengah menunggu “Pemimpin dan Pembimbing”, yang bernama “Kalki Avatar”.
Akan tetapi deskripsi yang dicantumkan dalam kitab-kitab suci agama Hindu
merujuk kepada Nabi Muhammad saw dari Arab. Karena itu, umat Hindu di seluruh
dunia semestinya tidak menunggu lebih lama lagi kedatangan ‘Kalki Avatar’ dan
harus menerima Nabi Muhammad saw sebagai Kalki Avatar. Inilah fakta-fakta yang
diuji dan didukung oleh tidak kurang dari delapan pundit terkemuka. Apa yang
dikatakan penulis adalah bahwa umat Hindu—yang masih harap-harap cemas menunggu
kedatangan Kalki Avatar—agaknya menyerahkan diri mereka sendiri kepada
penderitaan yang tak kunjung usai. Padahal utusan agung tersebut telah datang
dan meninggalkan dunia ini 14 abad yang silam. Pengarang tersebut telah
mengajukan bukti-bukti kuat dari kitab Veda dan kitab suci Hindu lain untuk
mendukung klaimnya: Dalam kitab Purana, misalnya, disebutkan bahwa Kalki Avatar
merupakan utusan terakhir di dunia ini. Ia memberi petunjuk seluruh manusia.
Nabi Islam saw diutus bagi segenap manusia. Bukan untuk salah satu golongan.
Menurut prediksi agama Hindu, kelahiran Kalki Avatar akan terjadi di
Semenanjung (yang menurut agama Hindu kawasan Arab). Ini ramalan yang sesuai
dengan faktanya di mana Islam lahir di kawasan Arab.

Masih dalam kitab-kitab Hindu juga, nama ayah dan ibu Kalki Avatar
masing-masing adalah Vishnubhagath dan Sumaani. Jika kita menilik arti kedua
nama tersebut, kita akan mendapatkan kesimpulan yang menarik. Dalam kosakata
Hindu, Vishnu artinya Allah dan Bhagath artinya hamba. Kalau digabung berarti
hamba Allah yang dalam bahasa Arab berarti Abdullah. Ia adalah ayah Nabi saw.

Sumaani artinya kedamaian atau ketenteraman. Dalam bahasa Arab sepadan dengan
kata Aminah (‘kedamaian’) yang tiada lain adalah nama ibunda Nabi saw.
Selanjutnya, dinyatakan dalam kitab Veda, kelahiran Kalki Avatar akan terjadi
di tengah klan keluarga bangsawan. Jelas ini merujuk ke suku Quraisy di mana
Nabi saw dilahirkan. Dalam kitab yang sama, Tuhan akan mengajar Kalki Avatar
melalui utusan (malaikat)-Nya di dalam gua. Ini sesuai dengan riwayat kehidupan
Nabi saw. Allah mengajar Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril, dalam suatu
gua yang disebut Gua Hira. Tuhan pun menyiapkan Kalki Avatar dengan
bantuan-Nya. Ini secara jelas terbukti dalam Perang Uhud.

Semua hal itu menjadi segelintir bukti yang mengisyaratkan universalitas
pribadi Muhammad saw dan agamanya: Islam. []